exodus
BeritaNewsPendidikan

Jabat Kepala SMKN 1 Jrengik, Imam Syafi’e Ciptakan Gagasan BERSINAR Jadikan Siswa Berprestasi dan Disiplin

×

Jabat Kepala SMKN 1 Jrengik, Imam Syafi’e Ciptakan Gagasan BERSINAR Jadikan Siswa Berprestasi dan Disiplin

Sebarkan artikel ini
IMG 20260627 115028
FOTO : Imam Syafi'e, S.Pd, M.Pd, Kepsek SMKN 1 Jrengik yang inovatif dengan gagasan BERSINAR nya. (FT/Nora/SI)

SAMPANG, Sabtu (27/6) suaraindonesia-news.com – Pertama menjabat Kepsek SMKN Negeri 1 kecamatan Jrengik, Sampang, 5 Desember 2024 lalu, Imam Syafi’i menghadapi realita empiris tentang penurunan jumlah siswa secara signifikan. Kondisi ini diperburuk dengan fakta sekolah terletak dipinggiran kecamatan Jrengik.

Melihat kenyataan ini, Imam Syafi’i melakukan intervensi mendesak, agar sekolah ini dapat menjadi magnet bagi calon siswa serta mampu membentuk karakter siswa yang dapat berdaya saing. Karena hasil analisis situasi yang dilakukan, tantangan yang harus segera diatasi menjadi tiga fokus besar yang saling berkaitan.

Pertama, tantangan pemasaran dan citra dari sekolah, harus mengubah persepsi masyarakat agar sekolah yang terletak diwilayah pinggiran ini bisa setara atau memiliki keunggulan dibandingkan dengan sekolah lainnya.

Kedua, tantangan dari internal masalah kualitas input dan karakter kedisiplinan siswa. Bagaimana merancang program keunggulan yang high impac atau berdampak tinggi dan yang dapat membentuk karakter disiplin siswa. Karena input siswa yang rendah secara kuantitas juga sebagai tantangan dari keragaman dalam hal motivasi dan kedisiplinan awal yang harus ditingkatkan.

Ketiga, tantangan oprasional SDM dan kemitraan. Dengan kondisi jumlah siswa minim tantangannya terletak bagaimana mengolah anggaran dan SDM secara efektif dan efisien dalam menciptakan inovasi program yang berdampak. Juga diperlukan upaya untuk membangun kemitraan yang strategis dengan DUDI, instansi eksternal, agar sekolah memiliki nilai jual yang menjadi pembeda dari lembaga pendidikan lainnya dan menjadi daya tarik minat siswa diwilayah pinggiran.

“Penurunan jumlah siswa secara signifikan membuat saya mengambil langkah strategis melalui kepemimpinan terencana dan terarah. Saya menyimpulkan bahwa akar permasalahannya terletak pada lemahnya daya tarik sekolah dan keunggulan sekolah. Sehingga, disini lahir gagasan bertajuk “Dari Pinggiran Kita Bangun Sekolah BERSINAR”. Artinya, Berkarakter, Reformatif, Sinergi, Inovatif, Artistik/Produktif. Gagasan ini berorintasi pada perubahan dan keunggulan dari SMK Negeri 1 Jrengik, Sampang,” ungkapnya.

Ditambahkannya, menetapkan target kinerja yang terukur yaitu, meningkatkan prestasi siswa, terbentuknya karakter disiplin siswa, dan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap SMK Negeri 1 Jrengik, Sampang. Untuk mencapai target disusun rancangan strategis dengan melibatkan kolaborasi antar unsur internal (guru, tenaga kependidikan, siswa, orang tua, dan komite), serta unsur eksternal (alumni, masyarakat, dan DUDI).

“Sebagai aksi nyata, saya membentuk tim BERSINAR yang bergerak cepat dengan melaksanakan enam program perioritas yaitu, 1. Peningkatan kompetensi guru. 2. Revitalisasi kegiatan ekstrakulikuler. 3. Program SMK berkarya bersama DUDI. 4. Kegiatan keagamaan berbasis masyarakat. 5. Platihan komputer bagi siswa SMP/MTs sederajat. 6. Partisipasi aktif dalam berbagai lomba tingkat Kabupaten dan Provinsi,” imbuhnya.

Hasilnya, dari Tahun 2024 sampai saat ini jumlah siswa mengalami peningkatan dan prestasi siswa meningkat diantaranya, Tahun 2025 juara Troubel Serving Servis Sepeda Motor yang diadakan oleh Yamaha Jawa Timur. Juara 1 dan 3 Pencak Silat tingkat Kabupaten. Juara 2 guru berprestasi SE Jawa Timur dalam rangka GTK Inovatif tingkat Jatim.

Tahun 2026 juara 1 Pencak Silat tingkat Kabupaten. Juara 2 guru inspiratif tingkat Kabupaten. Juara 2 Kepala Sekolah inspiratif tingkat Kabupaten yang dilaksanakan oleh Cendikiawan Muda Sampang. Penilaian berbasis projek atau PjBL (Project Based Learning) exampel promosi prodak ke arifan lokal oleh siswa per individu. Tujuannya menumbuhkan jiwa enterpreneur dan kreatifitas siswa sesuai tuntutan industri.

“Saat ini disiplin guru dan siswa meningkat. Artinya, datang ke sekolah sebelum jam masuk dan pulang sesuai jam sekolah. Sebelumnya, siswa datang dan pulang tidak sesuai aturan yang ada. Kebersihan dan penghijauan lingkungan sekolah meningkat. Dengan memberi contoh terlebih dahulu, menjaga kebersihan lingkungan sekolah terlebih dahulu dengan menyapu dan membersihkan sekolah. Sehingga diikuti oleh guru dan siswa,” pungkasnya.