Inilah 3 Fokus Utama Smart City Jember

Bupati Jember saat memaparkan program Smart City Jember. (Foto: Humas Pemkab Jember)

TANGERANG SELATAN, Kamis (13/12/2018) suaraindonesia-news.com – Sebagai bentuk dukungan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah baik Kabupaten/Kota dalam rangka mengimplementasikan Smart City, maka Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerjasama Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian PANRB, Kementerian PPN/BAPPENAS, Kementerian PUPR, Kantor Staf Presiden, dan Kompas Gramedia, menyelenggarakan “Gerakan Menuju 100 Smart City”, yang diselenggarakan sejak tanggal 12-14 Desember 2018, bertempat di ICE BSD, Jln. BSD Boulevard No.1 BSD City, Serpong, Tangerang Selatan.

Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 50 Kabupaten/Kota diundang untuk mempresentasikan masterplan dan quick wins smart city dari masing-masing daerahnya.

Kabupaten Jember mempunyai 3 bidang utama nenjadi fokus dalam pembangunan smart city di antaranya adalah bidang kesehatan, lingkungan hidup dan pariwisata.

Bupati Jember, dr. Faida dalam paparannya menyampaikan sejumlah perencanaan dan pencapaian yang telah dilakukan di hadapan sejumlah tim evaluator dari beberapa kalangan.

“Untuk mewujudkan Jember satu data, kita sudah bentuk Dewan Smart City, dan kita juga sudah anggarkan untuk mensupport gerakan Smart City ini, yakni di tahun 2017 sebesar 18 M, di tahun 2018 sebesar 10,5 M dan di tahun 2019 sebesar 8,9 M,” ungkap Bupati Faida.

Selain itu target pencapaian gerakan Smart City ini juga telah diselaraskan dengan RPJMD yang merupakan rencana strategis daerah, sehingga ada kesinambungan antara pembangunan daerah dengan gerakan Smart City ini.

“Ada smart living misalnya, yang merupakan aplikasi untuk monitoring kesehatan ibu hamil, melahirkan dan pasca melahirkan serta bayi. Ada juga smart environment yang merupakan gerakan untuk mendaur ulang dan memberdayakan masyarakat dengan memanfaatkan sampah. Dan ada pula smart economy yang salah satunya diwujudkan dengan e-retribusi yang saat ini tengah diujicobakan di 3 lasar tradisional,” tambahnya.

Disamping itu lanjut Bupati Faida, untuk pencapaian Smart City ini akan diprioritaskan untuk 2 bidang yang ditangani oleh Pemkab Jember, yakni penanganan yang dilakukan oleh Dinas Sosial terkait pendataan masyarakat miskin, difabel dan lansia serta bidang yang ditangani oleh Badan Kepegawaian Daerah (BKD) terkait dengan pendataan kepegawaian.

“Dengan adanya aplikasi Jember satu data, pendataan akan lebih mudah dilakukan, karen hingga kini di beberapa bidang yang masih melakukan pendataan secara manual. Dan inilah yang nanti akan kita fokuskan untuk disatukan datanya,” jelas Bupati Faida.

Saat ini Jember juga telah memiliki 44 orang spesialis IT yang telah dievaluasi dan ditunjuk untuk mengawal Gerakan Smart City ini. Selain itu Pemkab Jember juga telah memiliki server untuk menunjang smart city dengan kapasitas 25 terabyte.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Amin
Publisher : Imam


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here