Ini Sosok Cakades yang Siap Membangun Desa Sapeken Menjadi Lebih Baik

oleh -104 views
Joni Junaidi, Calon Kepala Desa Sapeken Nomor Urut 2.

SAPEKEN, Rabu (30/6/2021) suara Indonesia-news.com – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak sebentar lagi akan diselenggarakan tepatnya pada tanggal 08 Juli 2021, termasuk Desa Sapeken, Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep.

Setelah melalui beberapa tahapan mulai dari penjaringan bakal calon, persyaratan administrasi akhirnya ditetapkanlah calon yang lolos untuk tahapan berikutnya.

Pemilihan kepala Desa Sapeken diikuti oleh 3 (tiga) calon yaitu Tahir Effendi nomor urut 1, Joni Junaidi nomor urut 2 dan Hainur Rasyid, S.Sos nomor urut 3.

Joni Junaidi, salah satu calon Kepala Desa (Cakades) Sapeken, mempunyai 4 Pilar untuk membangun Desa Sapeken ke arah yang lebih baik. Diantaranya Pilar Keagamaan, Persatuan, Pemerintahan dan Kesejahteraan.

Menurut Cakades nomor urut 2 sekaligus Ketua LSM Laphum Gaspermindo Sapeken-Kangean ini, melihat empat pilar inilah yang nantinya akan ia terapkan dalam membangun Desa Sapeken kearah yang lebih baik untuk membangun Desa Sapeken menjadi Desa yang aman, damai, maju, kokoh dan bermartabat.

“Saya yakin dari 4 Pilar itulah yang akan saya terapkan dalam membangun Desa Sapeken kedepan akan bisa membawa dan merubah Desa Sapeken kearah yang lebih baik nantinya kalau saya di percaya masyarakat dan jika Allah menakdirkan saya terpilih sebagai Kepala Desa Sapeken,” papar Joni saat dihubungi via telpon pribadinya. Rabu (30/6).

Calon yang memiliki slogan Menuju “Sapeken Ibadah” ini juga menyampaikan, satu fakta tak terbantahkan, Desa Sapeken mayoritas penduduknya beragama Islam dan mereka seorang muslim yang taat. Secara kuantitas, sejumlah tempat ibadah dan pondok pesantren yang kini tersebar sudah tak terhitung jumlahnya. Secara kualitas, ditunjukkan dengan pesatnya kegiatan dakwah keagamaan, baik kelompok pengajian, majlis ta’lim, dan lain-lain, serta meningkatnya jumlah jamaah di Masjid-masjid setiap waktu sholat tiba.

“Untuk meneguhkan kembali eksistensi Desa Sapeken sebagai “Sapeken Ibadah”, caranya adalah menyemarakkan secara terus menerus kegiatan dakwah keagamaan dan pendidikan agama di seluruh wilayah Desa Sapeken,” terang mantan Ketua KMP PLN (Komite Masyarakat Peduli PLN) Tahun 2009 ini.

Sebab kata Joni, dalam membangun sebuah peradaban tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan intelektualitas dan profesionalitas semata, tetapi harus diletakkan di atas landas tumpu nilai-nilai agung kemanusiaan-keagamaan, seperti moral, spritual, dan budaya.

“Bangsa Indonesia adalah bangsa yang plural dan heterogen, terdiri dari bermacam macam suku, etnis, budaya, agama, maupun golongan. Dalam skala kecil, Desa Sapeken terdiri dari beberapa suku, unsur golongan, serta elemen organisasi, baik organisasi keagamaan maupun organisasi kemasyarakatan (ormas). Jika modal besar keberagaman ini mampu dikelola dengan baik dalam bingkai persatuan dan kebersamaan, dengan cara saling menghormati, saling menghargai, gotong royong tanpa mempersoalkan latar belakang masing-masing perbedaan sungguh akan melahirkan sebuah kekuatan yang maha dahsyat. Sebaliknya, jika perbedaan-perbedaan itu tidak disikapi dengan arif, justru akan menjadi ancaman besar dalam kehidupan sosial,” Tegas Joni.

Untuk itu, menurut suami dari Linda Wati ini, pemerintah memiliki peranan penting terutama di dalam pembuatan kebijakan dan pelayanan. Pemerintahan yang baik (Good Governance) mendapatkan relevansinya di Indonesia, paling tidak pertama, krisis ekonomi dan politik yang masih terus menerus dan belum ada tanda-tanda akan segera berakhir. Kedua, masih banyaknya korupsi dan berbagai bentuk penyimpangan dalam penyelenggaraan negara. Ketiga, kebijakan otonomi daerah. Alasan lain adalah masih belum optimalnya pelayanan birokrasi pemerintahan dan juga sektor swasta dalam memenuhi kebutuhan dan kepentingan publik.

“Transparansi adalah satu upaya untuk mewujudkan suatu pemerintahan Desa yang baik (good governance) melalui pelayanan informasi yang menyeluruh kepada masyarakat, pelayanan mudah,” tutur pria yang memiliki motto hidup Pengabdian ini.

Semetara menurut Joni, Untuk mewujudkan cita-cita kesejahteraan masyarakat umum sesuai dengan amanat konstitusi, maka ia akan fokuskan pada program, menertibkan kondisi pasar sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat, Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan lingkungan, Pro aktif dalam mengatasi tindakan pencemaran lingkungan baik di darat maupun di laut sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Inilah menurut Joni, beberapa program penting yang akan menjadi agenda prioritasnya ke depan dalam membangun Desa Sapeken, dan siap bersama-sama masyarakat dalam mengawal dan merealisasikan program tersebut, jika yang maha kuasa menakdirkan, dan masyarakat memberikan amanah kepadanya untuk menjadi Kepala Desa Sapeken periode 2021-2027.

Hal ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat sehingga pada pemilihan nanti masyarakat memberikan suara pada calon yang tepat.(*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *