HRD Minta Menag RI Optimalkan Tupoksinya Jangan Sibuk Produksi Wacana Kontroversi

oleh -21 views
H.Ruslan M.Daud, Anggota Komisi V DPR-RI Asal Dapil Aceh 2.

ACEH, Minggu (2/11/2019) suaraindonesia-news.com – Anggota DPR RI Fraksi PKB, H.Ruslan M. Daud dari Dapil Aceh 2, ikut angkat bicara menanggapi kegaduhan yang berkembang di masyarakat terhadap pernyataan-pernyataan Menteri Agama baru Bapak Jend (Purn) Fachrul Razi belakangan ini.

Selanjutnya, politisi PKB, H.Ruslan M. Daud yang akrab di sapa HRD menyarankan, agar Menteri Agama Fachrul Razi lebih baik mengoptimalkan pelaksanaan tupoksinya sebagai Menteri Agama Republik Indonesia, dari pada memproduksi wacana-wacana kontroversial yang dapat memancing kegaduhan publik.

“Sebagai orang Aceh, saya ikut bangga jika Bapak Menteri Agama asal Aceh ini melakukan terobasan-terobosan substantif, seperti memaksimalkan langkah reformasi sistem birokrasi di semua tingkatan organisasi Kementerian Agama di seluruh Indonesia, untuk menciptakan tata kelola pemerintah yang transparan, akuntabel dan kredibel,” terang mantan Bupati Bireuen 2012-2017 itu.

Disamping itu, HRD juga mengingatkan kepada Bapak Menteri bahwa dia harus memikirkan secepatnya turunan UU Pesantren yang sudah disahkan DPR pada September silam.

HRD berpendapat bahwa busana itu tidak ada kaitannya dengan radikalisme dan terorisme, memakai cadar dan celana cingkrang itu adalah budaya Arab yang masuk ke Indonesia dan kemudian berkembang di Indonesia.

“Mengapa kita tidak saling menghargai terhadap keberagaman budaya,” ujar HRD kepada Media ini Sabtu (2/11).

Meskipun pensiunan jenderal tersebut mendapat tugas khusus dari Bapak Presiden untuk mengurus soal radikalisme di ranah agama, anggota DPR RI Komisi V ini meminta kepada Bapak Fachrul Razi untuk mengkaji secara mendalam tentang wacana pelarangan memakai Cadar dan Celana Cingkrang bagi ASN.

“Hemat saya, hal-hal simbolik begini tidak perlu diatur kaku karena bagaimanapun juga cara orang berpakaian  merupakan hak individu,” tutur HRD.

“Substansi berbusana bagi seorang muslim adalah menutup aurat, bagi ASN juga sudah ada aturan yang mengatur tentang itu,” imbuh HRD.

Alangkah lebih baik nilai-nilai kearifan lokal tetap kita pelihara dan pertahankan bersama sebagai indentitas sebuah bangsa yang kaya dengan budayanya sendiri.

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Marisa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *