ACEH UTARA, Rabu (09/08) suaraindonesia-news.com – Tingginya permintaan pasar dan rendahnya bahan baku beras membuat harga gabah padi melonjak tinggi. Bahkan, baru pertama kalinya, para petani merasakan harga jual gabah mereka mencapai Rp.9ribu per kilogram.
“Meningkatnya harga beras lokal disebabkan produksi beras lokal dengan harga gabah yang tinggi. Hal ini dipicu juga oleh tanda berakhir masa panen,” kata kepala Badan Urusan Logistik Cabang Lhokseumawe, Muhammad Iqbal, Rabu (09/08/2025) malam.
Mengatasi hal ini, Bulog meminta masyarakat tak perlu panik. Pasalnya Bulog belum mendistribusikan kebutuhan beras lokal Aceh Utara, Lhokseumawe dan sekitarnya. Muhammad Iqbal menyebut, stok beras di Bulog Lhokseumawe aman untuk pendistribusian hingga dua tahun mendatang.
Namun, ia menjelaskan, meningkatnya harga beras lokal saat ini, disebabkan Bulog telah berhentik menyetok gabah sejak bulai Mei 2025, atau akhir masa panen. Harga pasar lokal saat ini dianggap wajar, disebabkan pengaruh harga gabah yang tinggi dan meningkatnya permintaan pasar.
“Kita memiliki stok sebanyak 41.500 ton, tertinggi sepanjang Sejarah. Stok kita sangat tinggi bahkan mencukupi untuk dua tahun kedepan,” ujarnya.
“Bulan juli ini baru ada perintah pendistribusian barang, sekurang-kurang minggu ini sudah kita lakukan pendistribusian ke 400 objek pendistribusi utama di Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara,” lanjut Muhammad Iqbal.
Bulog sebelumnya telah menetapkan harga jual beli gabah dari Rp.6.500 per kg, sehingga harga tersebut terkoreksi dari jual beli harga gabah petani sebelumnya hanya berkisar Rp.5ribu hingga Rp.6ribu sebagai harga tertinggi.
“Petani telah menentukan harga gabah ini mencapai Rp.6.700 keatas, maka pada Februari sampai dengan Mei kita stop pembelian,” jelas Muhammad Iqbal.
Untuk diketahui publik pendistribusian pangan berupa bahan pokok ini oleh Bulog merupakan penugasan pemerintah untuk menstabilkan harga pasar terhahadap konsumen yang dilakukan secara berkala.
Bulog mengakui peningkatan harga beras telah terjadi sejak memasuki bulan Juni lalu sesuai observasi Bulog sendiri, mengatasi hal ini, secara penugaskan, Bulog akan segera mendistribusikan beras medium minggu depan untuk menstabilkan harga kembali.
“Harga pasar yang ditetapkan oleh Bulog terhadap beras Rp.13.500 per kg,” terang Muhammad Iqbal.
Selain harga beras, Bulog juga menyebutkan harga bahan pokok lainnya seperti gula dan minyak masih bertahan. Seperti harga gula bertahan di harga distrubusi sebesar Rp. 18ribu, sementara harga pasar berkisar Rp. 20ribu.
“Harga pasar akan mengikuti pasokan barang, meningkatnya pemasokan maka harganya meningkat, dan sebaliknya Ketika permitaan barang tinggi akan menuai harga tinggi. Namun sejauh ini harga bahan pokok masih stabil, termasuk cabai dan bawang, dan lainya” tandas Pimpinan Cabang Badan Urusan Logistik, Kota Lhokseumawe – Aceh Utara, Muhammad Iqbal.













