BeritaNewsPemerintahan

Hadiri Koordinasi Strategis di Kementan, DKPP Sumenep Siap Percepat Pertanian Produktif

6
×

Hadiri Koordinasi Strategis di Kementan, DKPP Sumenep Siap Percepat Pertanian Produktif

Sebarkan artikel ini
IMG 20260402 145732
Foto: Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, digandeng dan disambut Menteri Pertanian Amran Sulaiman di sela Koordinasi Strategis Pembangunan Pertanian 2026.

SUMENEP, Selasa (24/2) suaraindonesia-news.com – Upaya memperkuat ketahanan pangan nasional terus dilakukan melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, menghadiri Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Program Kegiatan Pembangunan Pertanian Tahun Anggaran 2026 di Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Selasa (24/2/2026).

Forum tersebut menjadi momentum penyelarasan program strategis antara pemerintah pusat dan daerah dalam mendukung pembangunan sektor pertanian yang berkelanjutan.

“Koordinasi ini sangat krusial agar program pusat selaras dengan kebutuhan dan potensi daerah, termasuk di Kabupaten Sumenep yang memiliki sektor pertanian cukup besar,” tegas Chainur.

Ia menambahkan, keberhasilan program pertanian tidak hanya bergantung pada ketersediaan anggaran, tetapi juga kesiapan data, infrastruktur, sumber daya manusia, serta penerapan teknologi modern yang adaptif terhadap kondisi lokal.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi fondasi utama agar percepatan program dapat memberikan manfaat langsung bagi petani dan masyarakat.

Dalam forum tersebut, sejumlah agenda strategis menjadi fokus pembahasan, di antaranya peningkatan sinergitas pusat dan daerah melalui peran aktif penyuluh pertanian di tingkat desa dan kecamatan, optimalisasi prasarana dan sarana pertanian seperti irigasi dan gudang penyimpanan, serta penguatan swasembada dan ketahanan pangan nasional.

Selain itu, optimalisasi lahan pertanian juga menjadi perhatian untuk meningkatkan hasil panen, tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga mendorong potensi ekspor dan peningkatan pendapatan petani.

Penguatan hilirisasi komoditas perkebunan seperti kelapa, mente, tebu, kopi, dan kakao turut menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pertanian pada tahun 2026.

Dalam kesempatan itu, Amran Sulaiman juga menekankan pentingnya peningkatan produksi, pemanfaatan teknologi modern, serta pengelolaan lahan secara efisien guna mendukung swasembada pangan dan ketahanan pangan berkelanjutan.

Menindaklanjuti hasil koordinasi tersebut, DKPP Sumenep berkomitmen menyusun langkah teknis di tingkat daerah, antara lain melalui pendampingan intensif kepada petani, penerapan inovasi teknologi pertanian, serta optimalisasi program prioritas.

“Ini bukan hanya program, tetapi momentum transformasi pertanian yang nyata. Kami ingin hasilnya langsung dirasakan oleh masyarakat,” tegas Chainur.

Melalui langkah strategis ini, Kabupaten Sumenep menegaskan kesiapan dalam mendukung visi ketahanan pangan nasional sekaligus memperkuat sektor pertanian daerah agar lebih produktif dan berdaya saing.