GeMPAR Desak Kapolda dan Kejati Aceh Ungkap Proyek Pengadaan Pakan Sapi Tahun 2019

oleh -30 views
Kondisi 400 an ekor sapi Bantuan untuk kelompok peternakan tahun 2018 dan 2019 di UPTD Peternakan Sare Aceh Besar.

ACEH TIMUR, Sabtu (06/06/2020) suaraindonesia-news.com – Terkait heboh berita viral 400 an lembu bantuan yang dikarantina di UPTD Saree dalam kondisi kurus kerempeng bahkan banyak yang mati, untuk itu, Ketua Gerakan Masyarakat Partisipatif (GeMPAR) Aceh Auzir Fahlevi, SH angkat bicara.

GeMPAR meminta aparat Penegak Hukum untuk melakukan proses penyelidikan dan penyidikan terkait terbongkarnya kasus penggemukan sapi milik Pemerintah Aceh di Saree yang berada dibawah kendali Dinas Peternakan.

“Polda dan Kejaksaan Tinggi Aceh kiranya dapat pro aktif untuk memulai langkah pengusutan tanpa harus menunggu laporan dari masyarakat apalagi kasus yang mengarah kepada delik tindak pidana korupsi bukan merupakan delik aduan,” kata Auzir kepada media ini saat ditemui dikediaman nya di Simpang Ulim. Sabtu (06/06).

Menurut Auzir, pada Tahun 2019 lalu, Pemerintah Aceh melalui Dinas Peternakan Aceh mengalokasikan anggaran untuk pengadaan pakan konsentrat kawasan peternakan Saree Kabupaten Aceh senilai 2,2 M.

Paket pengadaan pakan konsentrat itu ditender dan dikerjakan oleh CV Jaya Guna dengan nilai kontrak Rp 2.241.426.500.00.

Kemudian untuk pengadaan hijauan pakan ruminansia lahan peternakan Saree diplot dengan pagu anggaran senilai 1 M, paket tersebut dikerjakan oleh CV Pin Technology dengan nilai kontrak Rp 912.222.600.00.

“Tidak hanya itu saja, Dinas Peternakan Aceh juga mengalokasikan sejumlah anggaran untuk pakan dan ruminansia dikawasan peternakan Ie Suum Kecamatan Mesjid Raya, Kabupaten Aceh Besar,” tuturnya.

Pada Tahun 2019, Dinas Peternakan memplot anggaran pengadaan pakan konsentrat kawasan peternakan Ie Suum senilai Rp 2.537.915.000.00.

“Paket pekerjaan itu dikerjakan oleh CV Mandiri Utama dengan nilai kontrak Rp 2.534.169.000.00,” ungkap Auzir.

Kemudian untuk pengadaan hijauan pakan ruminansia diplot sebesar 522 Juta dan dikerjakan oleh CV Prima Grafika dengan nilai kontrak 462 Juta.

“Karena itu kami mendorong adanya upaya penyelidikan dari Pihak Polda dan Kejati Aceh guna melihat ada tidaknya potensi kerugian negara dan penyimpangan anggaran, sapi-sapi yang ditemukan kurus itu menjadi bukti bahwa ada yang tidak beres dengan pengelolaannya karena dana yang dikucurkan cukup besar oleh Pemerintah Aceh, itu belum termasuk untuk jatah tahun 2020 yang belum ditender karena dampak Covid 19,” tambahnya.

Kepala Dinas Peternakan Aceh Drh. Rahmandi, M.Si saat dihubungi media ini untuk dimintai konfirmasi tidak mengangkat handphone selulernya setelah dihubungi beberapa kali.

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *