Gelombang Tinggi, Ribuan Nelayan di Pamekasan Pilih Tak Melaut

Salah satu perahu nelayan yang enggan melaut akibat cuaca buruk

PAMEKASAN, Kamis (24/01/2019) suaraindonesia-news.com – Ribuan Nelayan yang tersebar di empat Kecamatan Kabupaten Pamekasan memilih untuk mengistirahatkan perahunya. Pasalnya, Gelombang air laut yang tinggi lantaran efek Supermoon membuat para nelayan khawatir akan jiwanya.

Salah satu nelayan di Desa Tanjung Kecamatan Pademawu, Halik, sudah mengaku lebih dari satu minggu tidak pergi melaut untuk menangkap ikan. Ia merasa was-was lantaran ketinggian ombak tidak seperti biasanya.

“Kalaupun berangkatnya saat cuaca normal, kadang pas nyampek di tengah justru ombaknya tinggi,” tuturnya. Kamis (24/01)

Halik mengaku tak mau mengambil risiko. Apalagi sebagai pemilik perahu, beberapa anak buahnya juga banyak yang berpamitan untuk tidak melaut.

“Terpaksa nunggu sampai gelombang air luat normal lagi,” Keluhnya.

Hal serupa juga dialami oleh nelayan di Desa Branta Pesisir, Kecamatan Tlanakan yang sudah tak lagi beraktivitas sejak hari senin lalu. Salah seorang nelayan di desa setempat, Sarkawi, mengaku pasrah dengan kondisi tersebut. “Kami nunggu sampai cuaca normal,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pamekasa, Nurul Widiastutik, sudah melayangkan imbauan kepada ribuan nelayan di wilayah Kabupaten Pamekasan untuk tidak melaut dalam sampai cuaca normal kembali.

“Sudah kami sampaikan kepada nelayan di Desa Pagagan, Desa Tanjung, Desa Branta Pesisir dan nelayan di desa lainnya melalui group penyuluh kelompok nelayan di masing-masing Desa,” Pungkasnya.

Reporter : May/It
Editor : Amin
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here