Gelar Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Melalui Video Conference, Sekda Kota Gunungsitoli Apresiasi BPJS Kesehatan

oleh -31 views
Suasana rapat video Conference.

GUNUNGSITOLI, Senin (8/6/2020) suaraindonesia-news.com – Guna meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara BPJS Kesehatan dengan pemangku kepentingan, BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli menggelar Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Utama di Kota Gunungsitoli Tahun 2020 pada Senin (08/06) melalui video conference.

Hadir pada kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Dukcapil, Kepala Dinas PM-PPTSP, Kepala BPKPD, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kepala Badan Kepegawaian Daerah, dan Bappeda Kota Gunungsitoli.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Gunungsitoli, Agustinus Zega menyampaikan beberapa poin penting, diantaranya apresiasi terhadap kinerja BPJS Kesehatan yang terus berinovasi dalam memajukan Program JKN-KIS. Ia juga menyampaikan bahwa BPJS Kesehatan secara massif menyebarluaskan informasi yang update kepada masyarakat, khususnya peserta JKN-KIS. Menurutnya hal ini sangat baik, guna memberikan pemahaman dan informasi yang lengkap kepada masyarakat khususnya di gunungsitoli.

“Saya mengapresiasi dan berterima kasih kepada BPJS Kesehatan yang tetap konsisten menyelenggarakan program JKN-KIS dengan inovasi yang terus dikembangkan. Begitu juga update informasi seputar JKN-KIS, kami melihat keseriusan dari BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli, menyebarluaskan informasi kepada seluruh masyarakat baik di media elektronik seperti radio dan media cetak,” tuturnya.

Lebih lanjut Agustinus Zega menyampaikan agar masing-masing kedinasan yang berada dalam naungan Pemerintah Kota Gunungsitoli secara aktif mendukung terselenggaranya Program JKN-KIS sesuai kewenangannya dengan tetap tunduk pada regulasi yang ada.

“Menyukseskan penyelenggaraan program JKN-KIS merupakan tanggung jawab kita bersama, karena program ini merupakan amanat UU Nomor 40 Tahun 2004 dan UU Nomor 24 Tahun 2011. Untuk itu mari jalankan kewenangan masing-masing dengan tetap tunduk pada aturan yang ada, sehingga program ini dapat berjalan baik,” lanjut Agustinus Zega.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli, Harry Nurdiansyah mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah Kota Gunungsitoli dalam terselenggaranya Program JKN-KIS. Harry menjelaskan, dukungan ini terlihat dari jumlah peserta JKN-KIS terdaftar di Kota Gunungsitoli yang mencapai angka 129.663 penduduk atau mencapai 95,34% dari jumlah penduduk yaitu 136.002 jiwa penduduk.

“Terima kasih dukungan pemerintah Kota Gunungsitoli, yang telah berkontribusi dan mendukung program JKN-KIS. Hal ini terlihat dari jumlah penduduk yang terdaftar di Kota Gunungsitoli. Tentunya angka (kepesertaa) ini tidak akan dapat tercapai maksimal, tanpa dukungan dari pemerintah melalui program Penerima Bantuan Iuran (PBI) JK dan PBI APBD,” jelasnya kepada peserta forum.

Harry menyampaikan harapan agar pencapaian angka kepesertaan JKN-KIS ini juga turut diikuti dengan perbaikan diberbagai bidang seperti fasilitas kesehatan di Puskesmas, Klinik, Dokter Praktek Perorangan, atau Rumah Sakit. Begitu juga dengan peserta penerima bantuan iuran, agar pemerintah secara bertahap dan berkesinambunagn mengusulkan masyarakat tidak mampu agar terdaftar di program PBI JK atau PBI APBD.

“Kami berharap agar pemerintah bersama-sama dengan fasilitas kesehatan terus meningkatkan mutu layanan bagi masyarakat. Sehingga tingkat kepuasan layanan meningkat, dan masyarakat mendapatkan layanan yang baik. Begitu juga dari sisi kepesertaan, agar pemerintah secara berkesinambungan mengusulkan dan mendaftarakan masyarakat tidak mampu kedalam program PBI,” tutupnya.

Reporter : Topan
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *