Gaji Guru Honorer SDN Cikaret I Kota Bogor Memprihatinkan

BOGOR, Jumat (21 Juli 2017) suaraindonesia-news.com –
Di saat pemerintah meminta guru harus tampil profesional, ternyata kesejahteraan yang diterima guru, khususnya guru honorer di jenjang pendidikan SD Negeri Cikaret I, Kota Bogor, Jawa Barat, masih jauh dari layak.

Sekitar Delapan guru di SDN Cikaret I yang berstatus honorer menerima gaji jauh di bawah Upah Minimum Regional (UMR) Kota Bogor.

Mereka menerima gajinya hanya Rp 600.000 per bulan, bahkan juga ada yang hanya Rp 300.000 per bulan. Baca JugaAliansi BEM Bogor Raya Adakan Audensi Dengan DPRD Kota Bogor

“Kami sangat miris dengan kondisi guru honorer yang penghasilannya masih jauh dari UMR,” ungkap Kepala Sekolah SDN Cikaret I H. Ujang.

Mereka yang bergaji kecil ini adalah para guru yang menjadi honor untuk membantu kekurangan tenaga pengajar (guru PNS).

“Memang tidak masuk sebagai ASN, tetapi bekerja penuh seperti kebanyakan guru PNS,’’ imbuhnya.

Menurut Ujang, guru honorer itu dibayar masing-masing sekolah. Akibatnya, tidak banyak protes dari guru yang mengetahui kondisi pembiayaan sekolahnya tersebut. Apalagi niatnya untuk pengabdian.

“Meski begitu, pemerintah wajib mengapresiasi para guru honorer itu,” sambung dia.

Kebutuhan guru sama dengan pekerja pada umumnya. Bahkan mereka juga harus membeli buku untuk meningkatkan intelektualitasnya, ikut pelatihan, dan lain-lain.

“Para Guru honorer berhak dapat diatas upah minimum,” tandasnya.

Ia menambahkan, guru honoror haruslah dihargai sebagai dasar ketenagakerjaan yang mengabdikan dirinya sebagai seorang guru dalam membangun bangsa.

“Sementara dana BOS cuma mampu bisa dimanfaatkan 15 persen bagi gaji guru sesuai aturannya,” tandasnya.

Apalagi mulai 2017 mendatang sekolah negeri tidak diperkenankan melakukan pungutan dana partisipasi dari masyarakat.

Dengan mengandalkan gaji sebesar Rp 300 ribu sampai Rp 600 ribu per bulan dan belum ditambah dengan transfortasi dan biaya yang lainnya itu tak cukup membiayai kesejahteraan guru.

“Jika gaji guru honorer hanya Rp 600 ribu per bulan yang setiap harinya harus bertugas dan bertanggungjawab mencetak anak bangsa,” imbuhnya.

Karena itu, pihaknya berharap agar pemerintah kota mampu mencurahkan perhatiannya kepada kesejahteraan guru khususnya guru honorer.

“Ini sebagai bentuk balas jasa pemerintah kepada mereka,’’ tambahnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Fakhrudin mengatakan, untuk di Kota Bogor sendiri masih kekurangan tenaga pengajar/Guru sekolah.

Menurut Fahmi dana sebesar 8 Milliar pertahun untuk anggaran pendidikan/sekolah masih kurang memadai.

“Oleh karena itu dirinya berharap agar pemerintahan pusat maupun kota agar memperhatikan dana untuk pendidikan/sekolah,” pungkasnya. (Iran/Iwan).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here