Majelis Adat Aceh Latih 152 Ketua Pemuda se-Abdya, Ini Tujuannya

oleh -220 views
Asisten pembangunan dan kesejahteraan rakyat Syaiful Azhar SE saat pembukaan acara pelatihan pemahaman terhadap adat aceh di gedung pertemuan/pkk. Foto: Nazli/SI

ABDYA ACEH, Jumat (24 Juli 2017) suaraindonesia-news.com – Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Barat Daya, menggelar pembukaan pelatihan terhadap adat Aceh bagi tokoh adat tingkat gampong peran pemuda dan pemudi dalam penyelesaian adat istiadat berlangsung digedung pertemuan/PPK Blang pidie.

Sekretariat Majelis Adat Aceh (MAA) Abdya, Yuswazir, Sp mengatakan tujuan pelaksanaan kegiatan pelatihan terhadap adat aceh untuk meningkatkan adat aceh bagi generasi muda yang ada di Kabupaten Aceh Barat Daya.

“Tujuannya, agar nilai-nilai adat aceh pada tatanan kehidupan masyarakat dapat dilaksanakan,” katanya. Baca Juga: Polres Abdya Tangkap Dua Pemasok Ganja Kering 43 kg

Kegiatan tersebut diikuti oleh ketua pemuda gampong dan kabupaten setempat dengan jumlah peserta pelatihan 152 orang yang bersumber aggaran dari APBK tahun 2017 dan kegiatan pelatihan dilaksanakan selama 2 hari yakni tanggal 21s/d 22 juli.

Sementara, Asisten pembangunan dan kesejahteraan rakyat Syaiful Azhar SE dalam sambutan bupati Abdya menyampaikan,adat istiadat merupakan rangkaian nilai-nilai dan keyakinan sosial yang tumbuh dan berkembang serta mengakar dalam kehidupan masyarakat.

“Suatu adat atau kebiasaan yang kokoh akan melahirkan kearifan lokal yang dapat mendorong gerak laju pembangunan dan dalam masyarakat kita adat istiadat memiliki peran dan kedudukan yang sangat tinggi sehingga masyarakat aceh sangat menjunjung tinggi nilai-nilai adat,” tegas Syaiful.

Disamping itu, lanjutnya, kegiatan pelatihan juga sangat bermanfaat guna untuk melestarikan warisa budaya yang dimiliki oleh masyarakat khusus masyarakat aceh barat daya dan adat istiadat telah memberikan sumbangan yang sangat berharga bagi kelangsungan kehidupan masyarakat.

“Kepada para perserta agar mengikuti kegiatan ini dengan serius dan mampu mengaktualisasi, mengimplementasikan serta mampu mempublikasikannya kepada masyarakat luas dalam rangka memberikan informasi, motivasi serta pengayoman terhadap suatu kebangkitan pelestarian nilai-nilai adat aceh,” tuntas Syaiful. (Nazli Md)

Tinggalkan Balasan