Gabung Komunitas Wirausaha Jember, Ini Manfaatnya

Pendamping dari API, Muhammad Islahuddin (paling kiri), Koodinator KWJ terpilih, Bung Laros (nomer 2 dari kiri) saat peresmian KWJ (1/7) di Perum Gebang Permata Cluster No. 8 Patrang Jember, Foto: Guntur Rahmatullah/SI

JEMBER, Sabtu (1 Juli 2017) suaraindonesia-news.com – Hari ini, Sabtu (1/7/2017) menjadi sejarah lahirnya Komunitas Wirausaha Jember (KWJ) sebagai wadah bagi para wirausahawan khususnya di Kota Jember untuk saling bersinergi membangun perekonomian lebih baik.

Terbentuk juga kepengurusan yang telah disepakati bersama oleh seluruh anggota KWJ sebagai berikut :
– Koordinator : Agus Effendy atau lebih dikenal dengan sapaan Bung Laros
– Sekretaris : Dinni Indra
– Bendahara : Haryono

Koordinator terpilih, Bung Laros menjelaskan manfaat bergabung di komunitas ini.

“Dengan bergabung dengan KWJ, maka anggota bisa saling bahu-membahu, bersinergi untuk saling melengkapi strategi guna keberlangsungan usahanya masing-masing,” terang Bung Laros, Sabtu (1/7).

Dalam komunitas ini juga mempunyai pendampingan usaha dari Assosiasi Pendamping Independen (API) Jawa Timur, dimana dihandel oleh Muhammad Islah.

Muhammad Islah yang akrab dipanggil Islah aktif di bidang pendampingan sejak tahun 1997 hingga sekarang, dirinya telah mendampingi total di Jawa Timur 147 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan 6 Komunitas termasuk KWJ ini.

Pihaknya menjelaskan bahwa negara baru dikatakan aman jika wirausahanya minimal mencapai 2 persen dari total populasi di negara tersebut.

“Negara baru dikatakan aman jika wirausahanya sudah mencapai minimal 2 persen dari total populasi penduduk di negaranya, sedangkan Indonesia masih 0.18 persen, tertinggal jauh dengan negara lain seperti Singapura 4 hingga 5 persen, Brunai 5 persen, China 11 persen, Amerika 10 persen,” urai Islah.

Oleh sebab itu, Islah berharap agar bibit-bibit wirausahawan ini terus meningkat, dengan begitu Indonesia ini akan lebih sejahtera, karena dengan banyaknya wirausahawan, maka akan meningkat perolehan pajak negara, dari pajak itulah pemasukan suatu negara.

Bung Laros juga menambahkan kelebihan menjadi anggota komunitas ini.

“Komunitas ini dinaungi oleh Komunitas Anak Negeri Indonesia (KANI), dimana KANI ini sendiri telah disupport oleh beberapa perusahaan besar dalam hal pemberdayaan,” terang Bung Laros.

Selain itu juga, anggota akan lebih dimudahkan lagi dengan bantuan pemasaran atau distribusi agar dapat memasukkan produk usahanya ke swalayan ternama di Kota Jember khususnya.

KWJ ini selanjutnya akan secepatnya dibadan hukumkan agar mempunyai legalitas yang jelas.(Guntur Rahmatullah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here