Enam Langkah Kepala DPMPTSP Dukung Visi Bupati Bangkalan Ditanggapi Dingin Dirut Pakis

Kiri, Ainul Ghufro Kepala DPMPTSP Bangkalan dan Abd Rohman Tohir Dirut Pakis. (Foto: Anam/SI)

Kiri, Ainul Ghufro Kepala DPMPTSP Bangkalan dan Abd Rohman Tohir Dirut Pakis. (Foto: Anam/SI)

BANGKALAN, Senin (21/10/2019) suaraindonesia-news.com – Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Ainul Ghufron siapkan enam langkah untuk sukseskan visi misi pasangan bupati dan wakil bupati periode 2018-2023, R.Kh Latif Amin Imron dan Mohni ditanggapi dingin Dirut Pakis.

Ainul Ghufro yang baru dilantik dijabatan Kepala DPMPTSP dalam menunjang suksesnya realisasi visi pasangan Ra Latif dan Mohni sebagai bupati dan wakil bupati secara gamblang menyatakan sudah menyiapkan enam langkah strategis.

“Langkah pertama kami, konsolidasi internal tentang implementasi visi misi Pak Bupati Bangkalan, Dengan tupoksi DPMPTSP terkait akselarasi investasi penanaman modal di Bangkalan,” paparnya saat dikonfirmasi media ini.

Selanjutnya yang kedua, pihaknya mengaku sedang mempelajari dan mendalami regulasi untuk memperkuat payung hukum kebijakan pemerintah tentang investasi penanaman modal beserta pelayanan perijinan.

Kemudian yang ketiga, menyusun S.O.P, serta ke empat tata kelola dan metode yang efektif dan efisien guna mendukung akselerasi investasi, Ke 5 manajamen Sumber Daya Manusia (SDM), Ke 6 perbaikan sarpras pelayanan.

“Enam (6) aja dulu,” tulisnya saat dikonfirmasi via pesan WhatsApp. Senin (21/10).

Ditempat berbeda menanggapi ke enam langkah yang disampaikan oleh Ghufron Kadis PMPTSP, Abdul Rohman Tohir Direktur Pusat Analisa dan Kajian Strategis (PAKIS) menyarankan agar Ghufro memilih langkah yang lebih real.

“Saya kurang optimis, jangan bicara target yang terkesan muluk-muluk, namun tertibkan dulu ijin yang selama ini bermasalah seperti Alfamart yang di Kecamatan Tanah Merah itu yang jauh dari poin-poin dalam Perda yang juga disinyalir melanggar Perda. Mampu mengevaluasi itu saja menurut saya sudah brilliant, apalagi sekelas Ghufron yang masi minim pengalaman,” paparnya menanggapi.

Tohir juga mengaku masih ingin melihat bukti dari apa yang disampaikan Ghufron mengingat beberapa faktor yang melatar belakangi sistem regulasi penempatan pejabat di Kabupaten Bangkalan yang selama ini sering menuai kritikan.

“Omong kosong itu, patut dipertanyakan wacana yang begitu, apalagi baru menjabat Kadis, mengingat penempatan pejabat itu rahasia umum lho, regulasi assasmen itu juga masi banyak yang mempertanyakan objetivitasnya kok. Ya silahkan buktikan jangan hanya wacana, pejabat itu tugasnya mengeksekusi buka wilayah wacana lagi, wong eksekutor anggaran kok,” papar Tohir yang juga mantan anggota Komisi D DPRD setempat.

Namun demikian Tohir tetap mendoakan agar Ghufron mampu merealisasikan ke enam langkah yang telah disampaikan melalui media ini.

“Ya semoga saja bisa dengan angan-angan dan mimpi yang selangit itu,” kata Tohir.

Reporter : Anam
Editor : Amin
Publisher : Marisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here