Suara Indonesia-News.Com,Kota Batu – Perkembangan situasi serta kondisi yang di inginkan oleh pasar sudah kita gagas beberapa tahun lalu, yaitu dengan memprioritaskan pertanian organik, ” papar Walikota Batu Eddy Rumpoko
Menurutnya, berdasarkan hasil evaluasi selama pelaksanaannya dua tahun terakhir ini memang ada beberapa kendala yang dihadapi, di antaranya adalah seluruh Penyuluh Lapangan (PL) belum memiliki kemampuan menginformasikan program ini secara gamblang pada masyarakat, terutama yang berkaitan dengan konsep pertanian organik.
Selain itu, kata dia, petani masih khawatir akan pangsa pasar pertanian organik dan pemerintah belum dapat meyakinkannya, petani beranggapan pendapatannya akan merosot jika beralih ke pertanian organik, perlu ada penataan sistem yang lebih baik dari hulu sampai hilir, baik pola tanam hingga hasil pertanian.
Kendala lainnya, kata dia, belum adanya teknologi super canggih dalam mendukung pertanian organik tersebut. Karena, konversi lahan butuh waktu sekitar dua tahun, sehingga pertanian organik tidak bisa langsung berhasil, bila kondisi tanah tidak sesuai dan harus dipulihkan terlebih dahulu,” tegasnya.
Oleh karena itu, kata Eddy, pemerintah akan fokus mengedukasi petani dan masyarakat luas terkait pertanian organik tesrebut, sebab selain aman dikonsumsi juga hidup sehat. Kami sudah punya outlet untuk menampung hasil pertanian organik, bahkan untuk harga, pertanian organik lebih mahal dibanding pertanian biasa,” tandasnya.
Selain mengedukasi petani dan masyarakat, pemkot juga membentuk tim percepatan pengembangan pertanian organik yang nantinya terjun langsung dan melakukan investigasi perkembangan pertanian di wilayah itu,” pungkasnya. (Kurniawan).












