Edar Narkotika Jenis Ganja Kering, IRT Dibekuk Polisi

Kapolres Abdya AKBP Moh. Basori, SIK didampingi kasat Resnarkoba Ipda Mahdian Siregar saat memperlihatkan barang bukti 1 (satu) kardus Supermi berisikan daun ganja kering seberat 1.350 gram dan 10 bungkus ganja siap diecer.

ABDYA, Senin (14/10/2019) suaraindonesia-news.com РKepolisian resort (Polres) Aceh Barat Daya (Abdya) membekuk seorang ibu rumah tangga (IRT) inisial AS (45), warga Desa Aleu Rambot, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten setempat. Minggu 13 Oktober 2019, ia ditangkap Polisi ketika hendak melakukan pengendaran narkotika jenis ganja kering.

Atas perbuatannya, AS dijerat dengan Undang-Undang nomor 35 tahun 2009, tentang narkotika dengan ancaman penjara paling singkat 5 tahun, paling lama 20 tahun atau seumur hidup dan denda paling sediki Rp 1 miliar, paling banyak Rp10 miliar.

Kapolres Abdya, AKBP Moh Basori SIK dalam siaran persnya mengatakan, barang haram tersebut diduga didatangkan dari Gayo Lues, Provinsi Aceh. Namun, pihaknya hingga kini terus mencari asal-usul barang tersebut.

“Nanti kalau dapat kita bongkar akan kita sampaikan di konferensi pers dikesempatan selanjutnya,” ujar Kapolres. Senin (14/10).

Diakatakan Kapolres, sebelum mengamankan AS, pihak Satres Narkoba sebelumnya juga menangkap seorang lelaki yang berinisial DW, warga Desa Pulau Kayu, Kecamatan Susoh, Kabupaten Abdya lantaran melakukan penyalahgunaan narkotika jenis sabu.

Ia ditangkap saat sedang menghisap narkotika jenis sabu pada Sabtu 12 Oktober lalu sekira pukul 16:30 Wib. Sabu yang berhasil di amankan oleh pihak kepolisian seberat 0,12 gram serta kaca pirex dan seperangkat alat hisap.

Selanjutnya, untuk tersangka DW, kata Kapolres, dijerat dengan pasal 112 dan 127 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun kurungan.

“Kedua tersangka dan barang bukti kini sudah diamankan di Mapolres Abdya guna proses hukum lebih lanjut,” pungkas Kapolres.

Reporter : Nazli
Editor : Amin
Publisher : Marisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here