Dua Tahun Tak Beroperasi, Ini Penjelasan Kepala Bandara Sumarorong

Bandar Udara Perintis Sumarorong

MAMASA, Kamis (31/1/2019) suaraindonesia-news.com — Setelah diresmikan sejak tahun 2014 lalu Bandar Udara (Bandara) Perintis Sumarorong tidak lagi beroperasi dikarenakan daya serap masyarakat sangat berkurang.

Kepala Bandara Sumarorong Fadly Okfianto Muin menjelaskan, di Mamasa sendiri masyarakat masih trauma menggunakan transportasi udara dikarenakan pesawat yang beroperasi sebelumnya di Bandara Sumarorong pernah mengalami kecelakaan (jatuh) di daerah Enrekang saat itu sehingga minat masyarakat sangat berkurang.

Lanjut Fadly mengatakan, juga penerbangan perintis sifatanya dibiayai oleh pemerintah berdasarkan kebutuhan masyarakat, maka sejak dua thanun terakhir, yakni tahun 2017-2018 penerbangan perintis Bandara Sumarorong tidak beroperasi karena minimnya pengalokasian anggaran dari Kementerian Perhubungan.

“Penerbangan perintiskan sifatnya dibiayai oleh pemerintah melalui Kemenhub berdasarkan kebutuhan masyarakat, sementara penerbangan perintis tidak hanya di Sumarorong, jadi bisa saja ada penerbangan lain yang diperioritaskan berdasarkan kebutuhan masyarakat,” terangnya.

Meski demikian pihaknya akan tetap berupaya dalam mengaktifkan penerbangan di Bandara Sumarorong itu bahakan Kata dia dibeberapa waktu yang lalu dirinya meminta kepada Bupati Mamasa untuk membantu dalam mensosialisakan penerbangan kepada kalangan masyarakat bahkan keada seuruh SKPD dilingkup Pemerintahan Kabupaten Mamasa agar disaat melakukan perjalanan dinas bisa menggunakan Pesawat udara.

“Karena kalau Pemerintah dapat menggunakan Pesawat udara secara perlahan masyarakat juga akan ikut dengan sendirinya, tapi kalau Pemerintahnya tidak ingin menggunakan Pesawat maka masyarakat lebih-lebih tidak mau, jadi kami suda meminta kepada Pak Bupati untuk dibantu dalam mengaktifkan kembali penerbangan ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mamasa, Domina Mogot mengatakan, tidak beroperasinya Bandara Sumarorong disebabkan karena faktor biaya. Ia menuturkan, Penerbangan Bandara Sumarorong dianggap merugi karena kurangnya penumpang yang beminat menggunakan transportasi udara.

Disebutkan pula, Sejak dinyatakan resmi dibuka pada tahun 2014, dengan rute penerbangan Mamasa-Makassar, hanya ada sembilan penumpang yang tercatat menggunakan transportasi udara.

“Bayangkan, sejak beroperasi, tercatat hanya sembilan orang yang sempat menggunakan trasnportasi udara, itu kalau tidak salah selama setahun di tahun 2016,” katanya.

Domina menyebutkan bahwa penerbangan Bandara Sumarorong merugi, namun sejak dibangun, bandara tersebut sudah beberapa kali mendapat bantuan anggaran dari Pemerintah Pusat untuk pengembangannya.

Bahkan, Domina menyebutkan, tahun 2021 yang akan datang, Bandara Sumarorong akan mendapatkan bantuan dana dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia untuk penambahan landasan pacu pesawat atau runway.

“Baru baru ini saya ikut rapat di Mamuju, dan yang dibahas itu soal bandara, menurut Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sulawesi Barata, tahun 2021 akan ada penambahan runway untuk Bandara Sumarorong,” sebutnya.

Untuk pengalokasian anggaran penambahan Runway Bandara Sumarorong dari Kemenhub, Domina menuturkan, ada syarat yang harus dipenuhi oleh Pemerintah Kabupaten Mamasa, yakni pembebasan lahan perpanjangan landasan pacu pesawat.

“Itu alasannya kenapa diprogramkan di 2021 karena Pemerintah Kabupaten Mamasa diberikan kesempatan untuk melakukan pembebasalahan. Setelah ada pembebasan lahan, barulah dana untuk perpanjangan landasan pacu bisa dialokasikan oleh Kemenhub,” tuturnya.

Selain itu, Domina juga menjelaskan, dari segi operasional, ada permintaan dukungan dari Kepala Bandara Sumarorong kepada Bupati Mamasa untuk memasukkan surat usulan rencana penerbangan di bulan pebruari tahun ini.

“Hal ini berdasarkan rapat yang dihadiri oleh seluruh UPTD Bandar yang dilaksanakan di Jakarta, jadi bupati diminta memasukkan usulan pengoperasian bandara, tetapi itu sudah dimasukkan,” pungkasnya.

Reporter : Bung Wahyu
Editor : Agira
Publisger : Imam


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here