DSM Bali Kemas Daging Qurban Dengan Besek Ramah Lingkungan

oleh -42 views

DENPASAR, Rabu (22/8/2018) suaraindonesia-news.com – Lembaga Amil Zakat (LAZ) Dompet Sosial Madani (DSM) Bali adalah lembaga yang mengelolah dana umat, termasuk mengelolah pemotongan hewan qurban dan menyalurkan ke berbagai pelosok dan daerah bencana, Jalan diponegoro, Kabupaten Denpasar, Kecamatan Denpasar Barat, Provinsi Bali, Rabu (22/08/2018).

Tugas DSM Bali tidak hanya memotong dan menyalurkan, tapi, mengemas sedemikian rupa, termasuk memperhatikan kebersihan daging agar sehat dimakan, kebersihan lingkunganpun diperhatikan, sehingga DSM melakukan terobosan unik dengan mengemas daging qurban dengan besek bambu yang ramah lingkungan.

Direktur DSM Andy Krisna mengatakan, penggunaan besek ini merupakan pengganti kresek atau plastik. Hal ini menurutnya bisa mengurangi sampah plastik yang tak bisa didaur oleh alam.

“Dengan besek daging juga lebih aman dari kontaminasi bahan kimia plastik, lebih sehat serta membantu para pengrajin besek untuk lebih sejahtera,” kata Andy Krisna.

Baca Juga: Sholat Idul Adha di Taman Kota Bali, Libatkan Pecalang

Pada umumnya Andy Krisna, masyarakat menggunakan kantong kresek atau plastik untuk mengemas daging kurban. Kresek hitam atau berwarna termasuk bahan berbahaya yang dibuat dari proses daur ulang menggunakan zat kimia.

“Daging yang terkontaminasi zat berbahaya dalam kresek dapat menyebabkan kanker. Penggunaan plastik bening atau foodgrade jauh lebih aman dibanding kresek,” terangnya.

“Besek bambu yang kami gunakan bertujuan agar kualitas daging aman dan tidak merusak alam,” sambung Andy.

Hal senada disampaikan oleh Nur Soleh Manager program DSM Besek bambu ini dianyam menyerupai kotak persegi. “Bagian bawahnya dilapisi daun pisang, Ini juga dalam rangka mengurangi limbah plastik, sehingga ramah lingkungan,” Jelasnya.

DSM Bali tahun ini menyalurkan hewan kurban Qurban keberbagai pelosok, Bali, kepulauan sapeken, nusa tenggara timur (NTT) Gaza, Palestina, dan Lombok (NTB) yang kebetulan sekarang lagi di landa gempa bencana Alam yang sangat membutuhkan daging qurban.

Reporter: Sudirman
Editor : Amin
Publisher : Iman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *