Drainase Pasar Srimangunan Jelek, Mampet Tidak Berfungsi

oleh -69 views
Mampet, Drainase/saluran di Pasar Besar Srimangunan Kota Sampang, sangat jelek. Kecil dan tidak dalam. Sehingga mampet tidak beefungsi karena tertutup sampah dan lumpur bau. (Foto: Nor/SI).

SAMPANG, Kamis (17/6/2021) suaraindonesia-news.com – Sistem drainase/saluran di lokasi pasar besar Srimangunan Kota Sampang, jelek. Kondisi saluran tidak berfungsi karena mampet tidak mengalir. Akibatnya, menimbulkan aroma tak sedap dan jika hujan terjadi genangan air yang mengganggu pedagang kaki lima (K-5) dan pembeli.

Pantauan dilapangan, saluran yang ada sangat kecil dan tidak dalam. Juga, tidak ada penutup saluran. Sehingga, saluran penuh sampah dan tertutup lumpur. Kondisi ini, menjadi pemandangan yang tidak bagus dipandang mata. Karena, ada di pasar besar Srimangunan Kota Sampang.

Tidak hanya itu, informasi dari pedagang kaki lima (K-5) jika musim hujan menimbulkan genangan air yang berbau tak sedap. Sebab, mampetnya saluran membuat air meluber keluar dan mengganggu pedagang kaki lima dan pembeli.

Mampet, Drainase/saluran di Pasar Besar Srimangunan Kota Sampang, sangat jelek. Kecil dan tidak dalam. Sehingga mampet tidak beefungsi karena tertutup sampah dan lumpur bau. (Foto: Nor/SI)

Kondisi ini, dikeluhkan para pedagang kaki lima (K-5) yang menggelar dagangan di dekat saluran tersebut. Karena, mampetnya saluran menimbulkan aroma tidak sedap. Untuk itu, para pedagang berharap dilakukan perbaikan saluran dengan perencanaan yang baik.

“Kapan pak saluran ini diperbaiki yang lebih baik. Disini pasar, masak salurannya kecil dan tidak dalam. Juga, tidak ada penutupnya. Sehingga, saluran mampet penuh sampah dan lumpur. Jika hujan, terjadi genangan air berbau dari luberan air saluran yang mampet,” kata seorang pedagang kaki lima yang menggelar dagangannya di dekat saluran.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Sampang, Suhartini Kaptiati melalui Kabid Pengelolaan Pasar, Moh. Rosul mengatakan, TA 2021 semua yang terkait kebutuhan pasar Srimangunan, sudah diusulkan. Termasuk, perbaikan saluran pasar yang mampet tidak berfungsi.

“Dari semua usulan kebutuhan pasar Srimangunan, ada skala prioritas yaitu perbaikan saluran yang mampet dan tidak berfungsi. Tapi, semua terkena rekofusing/pemangkasan anggaran. Sehingga, perbaikan saluran pasar Srimangunan tidak terlaksana TA 2021. Kemungkinan besar terlaksana pada TA 2022 mendatang,” ungkapnya.

Lanjut Rosul, Tahun Anggaran (TA) 2021, tidak ada kegiatan fisik, yang ada hanya kegiatan rutin operasional. Seperti, pembelian alat tulis kantor (ATK), pembuatan karcis dan biaya operasional lainnya. Praktis, TA 2021 semua usulan terkait perbaikan dan pembangunan pasar tidak ada.

Reporter : Muh. Nora
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *