BeritaNewsPemerintahan

DPRD Soroti Output Pelatihan Kerja Disnaker Sumenep, Dorong Peningkatan Serapan Tenaga Kerja

11
×

DPRD Soroti Output Pelatihan Kerja Disnaker Sumenep, Dorong Peningkatan Serapan Tenaga Kerja

Sebarkan artikel ini
IMG 20260413 155438
Foto: Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Masdawi.

SUMENEP, Minggu (12/04) suaraindonesia-news.com – Program pelatihan kerja yang dijalankan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kabupaten Sumenep mendapat perhatian dari kalangan legislatif. Output program tersebut dinilai perlu ditingkatkan agar berdampak nyata terhadap penyerapan tenaga kerja.

Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Masdawi, menekankan pentingnya keberlanjutan program setelah pelatihan selesai. Menurutnya, peserta tidak cukup hanya dibekali keterampilan, tetapi juga harus diarahkan hingga memperoleh pekerjaan sesuai kompetensi.

“Jangan sampai peserta hanya dilatih tanpa ada tindak lanjut. Harus ada jaminan mereka bisa terserap di dunia kerja,” ujarnya, Minggu (12/04/2026).

Ia juga menyoroti keterbatasan sarana yang dimiliki peserta, seperti alat kerja, yang dinilai dapat menghambat penerapan keterampilan. Selain itu, Masdawi mendorong agar proses seleksi peserta dilakukan lebih ketat, termasuk memperhatikan kesiapan serta dukungan fasilitas.

“Jika tidak memiliki alat atau tidak ada kemitraan dengan dunia usaha, keterampilan yang baru dimiliki itu bisa tidak terpakai,” katanya.

Dari sisi metode pelatihan, ia menyarankan agar porsi praktik lebih dominan dibandingkan teori.

“Komposisinya sebaiknya lebih banyak praktik, sekitar 70 persen, agar peserta benar-benar terampil,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan, Produktivitas, dan Hubungan Industrial Disnaker Sumenep, Eko Ferryanto, menjelaskan bahwa program pelatihan telah disusun berbasis kompetensi sesuai standar nasional.

Ia menyebut, setelah pelatihan, peserta akan mengikuti uji kompetensi melalui lembaga sertifikasi profesi.

“Peserta tidak hanya memperoleh sertifikat pelatihan, tetapi juga sertifikat kompetensi langsung dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi,” katanya.

Pada tahun ini, Disnaker Sumenep menyiapkan delapan paket pelatihan yang tersebar di wilayah daratan dan kepulauan, dengan rincian enam paket di daratan dan dua paket di kepulauan. Setiap paket diikuti oleh 16 peserta.

Eko menambahkan, peserta juga akan mendapatkan pendampingan serta informasi peluang kerja setelah pelatihan, baik untuk bekerja di perusahaan maupun berwirausaha.

Berdasarkan evaluasi tahun sebelumnya, tingkat serapan tenaga kerja dari program tersebut mencapai sekitar 80 hingga 85 persen.

“Sebagian peserta bekerja di perusahaan, dan sebagian lainnya memilih membuka usaha sendiri,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan