DKPP Sumenep Minta Peternak Hewan Tak Panik Menghadapi Wabah PMK

oleh -71 Dilihat
Foto: Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto

SUMENEP, Jumat (13/05/2022) suaraindonesia-news.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Sumenep, terus melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.

Sejumlah upaya yang telah dilakukan seperti penyuluhan kesehatan, dan melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tentang wabah PMK kepada peternak.

Kepala DKPP Kabupaten Sumenep Arif Firmanto mengatakan, meskipun hewan ternak di Kabupaten Sumenep masih aman dan bebas PMK, namun pihaknya bersama tim dan instansi terkait tetap mewaspadai penularannya.

“Karena risiko penyebaran PMK ini sangat tinggi, angka kesakitan bisa mencapai 100% dan angka kematian tinggi terjadi pada hewan muda atau anak,” ucapnya. Jumat, 13 Mei 2022.

Namun yang jelas, diharapkan para peternak hewan tidak panik dalam menghadapi penyakit PMK ini, tetap mewaspadai dan mengetahui ciri-ciri ternak seperti sapi dan kambing yang terpapar PMK.

“Segera laporkan ke kami, jika masyarakat mendapati hewan ternaknya mengalami gejala-gejala penyakit yang tak biasa,” pintanya.

Ciri-ciri hewan ternak mengalami gejala PMK, seperti demam tinggi (39-41 derajat celsius), keluar lendir berlebihan dari mulut dan berbusa, hewan ternak luka-luka seperti sariawan pada rongga mulut dan lidah, tidak mau makan, pincang, luka pada kaki dan diakhiri lepasnya kuku, sulit berdiri, gemetar dan napas cepat.

“DKPP telah menyiapkan dokter hewan dan Petugas Paramedik Veteriner untuk memantau sekaligus memeriksa kondisi kesehatan fisik hewan ternak masyarakat,” katanya.

Reporter : Sya
Editor : Redaksi
Publisher : Ipul

Tinggalkan Balasan