Dispertan Pati Kembangkan Bibit Kelapa Kopyor Genjah

oleh -98 views
Kepala UPTD Balai Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dispertan Kabupaten Pati, Agus Cahyono Budidarmanto, SP didampingi staf menunjukkan bibit kelapa kopyor jenis genjah.

PATI, Sabtu (31/07/21) suaraindonesia-news.com – Dispertan (Dinas Pertanian) Kabupaten Pati melalui UPTD Balai Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan sedang mengembangkan bibit kelapa kopyor jenis genjah.

Sebanyak 500 bibit telah dipersiapkan untuk diajukan sertifikasi ke BPSB (Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih) Provinsi Jawa Tengah.

Kepala Dispertan Kabupaten Pati melalui Kepala UPTD Balai Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan, Agus Cahyono mengatakan, pihaknya saat ini sedang mengembangkan bibit kelapa kopyor dengan 3 jenis varietas yaitu kuning, coklat dan hijau.

“Keunggulan dari kelapa kopyor genjah ini antara lain, berbuah lebih cepat antara 3 sampai 4 tahun, pohon lebih pendek dan produksinya cukup banyak antara 30 hingga 40 persen dari setiap janjang,” terang Agus Cahyono, Sabtu (31/07), di Kantor UPTD Jalan Kembangjoyo Kalidoro Pati.

Kelapa kopyor jenis itu, lanjutnya, dapat ditanam atau tumbuh di semua lahan, baik dataran rendah atapun dataran tinggi serta mudah perawatannya.

“Mudah tumbuh di mana saja. Untuk sistem kebun, jarak tanam antar pohon sekitar 8 meter,” lanjutnya.

Namun demikian, Agus menambahkan, tanaman kelapa juga rentan terhadap serangan hama, yaitu jenis serangga wangwung.

Hama tersebut menurutnya dapat dibasmi dengan menyemprotkan pestisida yang sesuai. Atau, pohon kelapa dipasang jaring pengaman untuk menangkal serangan hama.

Selain kelapa kopyor genjah, saat ini UPTD Balai Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pati, juga telah memiliki bibit buah unggulan yaitu Jeruk Pamelo dan Jambu Lumut Kayen.

Kedua bibit tanaman buah yang menjadi ikon Kabupaten Pati itu , jelas Agus, telah bersertifikasi dari BPSP Provinsi Jawa Tengah, sehingga terjamin mutu atau kualitasnya.

Bibit – bibit tanaman tersebut diproduksi untuk melayani permintaan masyarakat dan dibagikan secara gratis.

“Tahun ini hingga Juli, telah memberi bantuan bibit sebanyak seribu batang kepada masyarakat. Khusus jambu lumut kayen, mencapai 300 batang,” ungkap Agus.

Hingga Oktober mendatang, belum ada permintaan bantuan bibit, mengingat sedang dalam musim kemarau yang dikhawatirkan tanaman tidak dapat tumbuh secara maksimal.

UPTD Balai Benih Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Pati saat ini mengelola kebun Waturoyo seluas 2 hektar dan kebun Soneyan seluas 4 hektar, keduanya turut Kecamatan Margoyoso. Serta kebun Tlogowungu yang kini diperuntukkan dan sedang dibangun Kantor Kecamatan Tlogowungu dan kebun Kalidoro yang kini sedang dibangun alun – alun.

Reporter : Usman
Edolitor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *