Disperta Gelar Produk Unggulan Olahan Hasil Pertanian

Kepala Dinas Pertanian Pemkot Probolinggo, Ir. Agustinus Yudha Sunanthya

Probolinggo, Suara Indonesia-News.Com – Dinas Pertanian (Disperta) Pemkot Probolinggo, Rabu (5/8/15), dalam rangka Hari Krida Pertanian ke-43  menggelar potensi produk unggulan daerah dan olahan hasil pertanian organik.

Acara dengan tema “Kita Tingkatkan Komitmen Untuk Melindungi Dan Memberdayakan Petani Melalui Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan” tersebut dihelat dihalaman Kantor Disperta diikuti oleh 5 (lima) gabungan kelompok tani (Gapoktan) dari 5 (lima) Kecamatan diwilayah Pemkot Probolinggo.

Terkait dengan gelar potensi produk unggulan hasil pertanian tersebut, Kepala Dinas Pertanian Pemkot Probolinggo Ir. Agustinus Yudha Sunanthya saat dikonfirmasi mengatakan, produk olahan yang digelar ini dihasilkan oleh 5 kelompok tani yang bergabung dalam Gapoktan, baik produk olahan dari tanaman pangan ataupun tanaman holti kultura, katanya.

Ir. Agustinus Yudha Sunanthya mengatakan, dari tahun ke tahun produk olahan hasil pertanian ini mengalami peningkatan. Namun dalam gelar potensi produk unggulan daerah dan olahan hasil pertanian tahun ini kita utamakan  hasil tanaman pangan dan holti kultura yang organik dari tanaman pangan yang belum begitu terkenal, seperti jagung yang bisa diolah menjadi olahan pangan yang bisa ditampilkan dan bisa dijual, ujarnya.

Ditempat yang sama, Hartini dari bagian seksi tehnologi dan tanaman pangan Disperta Pemkot Probolinggo, selaku juri dalam gelar potensi produk unggulan daerah dan olahan hasil pertanian, kepada wartawan mengatakan,  dalam penilaian ada beberapa faktor/aspek, diantaranya aspek potensi, kreatifitas, kelayakan jual dan display.  Testur rasa secara umum hampir sama. Penilaian lebih diutamakan dari kreatifitas penampilan produk segar lebih baik, ucapnya.

Hartini mengatakan “gelar potensi produk unggulan daerah dan olahan hasil pertanian tahun ini lebih variatif dan lebih beragam dari pada tahun – tahun lalu” ujarnya menambahkan.

Disinggung dengan semakin sempitnya lahan pertanian produktif yang beralih fungsi menjadi pemukiman, Kadisperta Ir. Agustinus Yudha Sunanthya mengatakan, pihaknya sudah mengarah pada Perda atau Perwali dan sudah bekerja sama dengan Universitas Negeri Surakarta melakukan maping lahan pertanian, untuk menetapkan lahan pertanian produktif yang ada tidak boleh diotak atik lagi, pungkasnya. (Singgih).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here