Dinilai Akan Berikan Dampak Perekonomian Rakyat Semakin Tercekik, PKC PMII Jatim Angkat Bicara Soal Program Tapera

oleh -11 views
Foto : Lutfi, Wakil Ketua bidang Gerakan PKC PMII Jawa Timur.

SUMENEP, Sabtu (01/06) suaraindonesia-news.com – Beberapa hari terakhir masyarakat Indonesia dihebohkan dengan adanya Pelaksanaan program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang dikhawatirkan akan memberikan dampak perekonomian rakyat semakin tercekik.

Diketahui pada program ini gaji pekerja swasta dan buruh lepas akan dipotong sebagai bagian dari iuran Tapera. Bahkan, pemerintah mendorong program ini terealisasi paling lambat dimulai 2027 mendatang

Tanpa disadari hadirnya program tersebut menjadikan problem baru Dimata masyarakat dan mendapat Penolakan serius dari Pengurus Pergerakan Mahasiswa islam indonesia Jawa Timur (PKC PMII Jatim)

“Potongan yang dibebankan dalam program Tapera mencapai 3 persen. Jumlah ini dengan rincian iuran yang dibebankan 2,5 persen kepada pekerja dan 0,5 persen pemberi kerja dari upah pekerja sebulan”,Ucap Lutfi Wakil Ketua bidang Gerakan PKC PMII Jawa Timur

Menurutnya Hampir seluruh asosiasi serikat buruh menolak kebijakan itu. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KASPI) mengkritik program ini dan menilai kebijakan ini akan membebani buruh serta masyarakat ekonomi menengah dan bawah.

Kebijakan Tapera sendiri tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2024 tentang perubahan atas PP Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) pada 20 Mei 2024.

Baca Juga: Bagini Cara Nur Hayat Pemud Sekaligus Aktivis Sumenep Memaknai Hari Lahir Pancasila

Lutfi juga menegaskan dengan kebijakan program Tapera akan memberikan dampak Nasib kelas menengah dan bawah di Indonesia semakin berat di tengah kondisi ekonomi nasional yang penuh tekanan dan ketidakpastian.

“Sebagai gambaran rata-rata UMK di jawa timur sekitar 2,5 juta rupiah apabila ini dipotong iuran BPJS dan ditambah tapera maka kemungkinan hanya tersisa 2 juta rupiah untuk bertahan hidup selama satu bulan, tentu ini sangat tidak cukup dan memprihatinkan ditambah dengan makin melambungnya harga-harga bahan pokok maka semakin tercekik hidup masyarakat miskin di indonesia” pungkasnya

Makan dengan mempertimbangkan berbagai aspek kalkulasi ekonomi dan jerat kemiskinan yang semakin ekstrem tersebut, maka dalam pres rilis yang diedarkan Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa islam indonesia Jawa Timur (PKC PMII Jatim) dengan Tegas Menolak kebijakan Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat) secara menyeluruh dan tanpa terkecuali.

PMII Jawa Timur dikabarkan akan melakukan konsolidasi pengawalan Serius mengenai Tapera dan apabila kebijakan tapera ini dipaksakan maka PKC PMII Jatim akan melakukan aksi demonstrasi yang masif guna membatalkan kebijakan sepihak pemerintah tersebut.

Reporter : Ari
Editor : Amin
Publisher : Eka Putri

Tinggalkan Balasan