Diduga Tahan Ijazah, Ortu Siswa SMK IBG Keluhkan Kebijakan Sekolah

oleh -45 views
Ekky Ayu, Bagian Tata Usaha SMK IBG, saat diwawancarai.

BOGOR, Jumat (21/02/2020) suaraindonesia-news.com – Orang tua siswa SMK Informatika Bina Generasi (IBG) yang berlokasi di Jalan Cikerti No.12, RT.3/RW.6, Padasuka, Ciomas, Padasuka, Ciomas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengelukan kebijakan sekolah, yang hingga saat ini masih kukuh menahan Ijazah para siswa yang sudah lulusan dari sekolah tersebut.

Menurut salah satu orang tua siswa D, dirinya mengeluhkan kukuhnya kebijakan SMK IBG yang tetap menahan ijazah anaknya. Padahal anaknya akan melamar pekerjaan.

“Saya sudah berkali kali mendatangi SMK IBG untuk memita kebijakan dan keringanan agar ijazah anak saya tidak ditahan, tetapi pihak sekolah tetap tidak memberikan, sebelum tunggakannya dilunasi,” ungkapnya.

Disampaikan D, anaknya sangat membutuhkan Ijazah tersebut sebagai persyaratan pokok, tetapi ternyata pihak SMK IBG kukuh tidak mau memberikan kebijakan apalagi kelonggaran memberikan Ijazahnya.

“Dengan ditahannya Ijazah itu, terpaksa anak saya tidak bisa diterima bekerja,” keluhnya.

D menjelaskan dirinya sudah menyampaikan kepada pihak sekolah bahwa anaknya mau melamar pekerjaan dan setelah anaknya bekerja, tunggakannya akan dilunasi walaupun dengan cara menyicil, tetapi tetap saja pihak SMK IBG tidak mau memberikan ijazah anaknya.

“Saya minta fotocopy ijazahnya yang sudah dilegalisir, pihak sekolah meminta di bayar dulu setengahnya, baru foto copy ijazahnya diberikan,” kata D dengan sedih.

Saat dikonfirmasi, Tata Usaha SMK IBG, Ekky Ayu, membenarkan jika pihaknya sampai saat ini masih menahan ijazah para siswa yang sudah lulus yang belum melunasi tunggakannya.

“Benar pak mungkin puluhan Ijazah, masih ada di sini, tetapi kami bukan menahan, kami hanya menyimpan saja ijazah para siswa yang sudah lulus, karena mereka masih punya tunggakan. Silakan saja orang tuanya datang ke sekolah, nanti kami jelaskan permasalahannya,” tegasnya.

Menurutnya, pihak sekolah memang merasa kerepotan dengan tunggakkan para siswa ini, makanya pihak sekolah juga sedang mencari solusi dengan meminta bantuan kepada Inisiatif Zakat Indonesia (Izi) maupu kepada Badan Zakat Nasional (Baznas) guna meringankan beban sekolah atas tunggakan para siswa.

Selama mengikuti pendidikan disini kata Ayu, para siswa sudah mengikuti proses pendidikan sesuai dengan jenjang pendidikannya masing masing, seperti ulangan, praktek harian hingga praktek akhir mereka diikutkan, selain itu pelaksanaan ujian akhirpun para siswa yang mempunyai tunggakan diikutkan.

“Sekolah tidak pernah melarang mereka mengikti proses belajar mengajar,” imbuhnya.

Ditambahkan Ayu, para siswa yang punya tunggakan sudah diizinkan untuk mengikuti proses pendidikan sesuai dengan pendidikannya, hanya saja, para siswa dan orang tua siswa belum memenuhi kewajibannya untuk menyelesaikannya kepada sekolah.

“Silakan saja kalau mau minta ijazah asli. Kalau ada perusahaan yang membutuhkan ijazah asli, hanya saja kami akan mengantarkannya kepada perusahaan itu, untuk menitipkan ijazah siswa ini agar dijaga dengan baik, dan kami akan meminta kepada perusahaan itu, agar saat mereka gajian, gajinya dipotong untuk menyicil tunggakan ke sekolah. Jika sudah lunas, maka kami akan menyerahkan ijazah itu,” pungkas Ayu.

Sementara Kepala Cabang Dinas (KCD) Kabupaten Bogor Dadang, saat diminta pendapatnya Kamis (20/02) tak berhasil ditemui. Menurut staf KCD Ahmad pimpinan sudah pulang semua karena sudah sore.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *