Dengan Dalih Ajak Orang Beli Tanah, Tersangka GT di Jebloskan Ke Rutan Paledang

oleh -12 views
Kasie Intel Kejari Bogor Widiyanto Nugroho (depan) saat penangkapan

BOGOR, Jumat (24 November 2017) suaraindonesia-news.com – Berdasarkan putusan MA tanggal 5 januari tahun 2015, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor dibantu oleh aparat kepolisian dan TNI melakukan penangkapan kepada terpidana pelaku 378 dan 263 GT atas Sertifikat Hak Milik (SHM) dengan luas tanah 12564 M2 milik Gunawan Lukito yang berada di Desa Pasir Laja Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (23/11/2017) sekitar pukul 9.00 di Lawang Saketeng Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor.

Saat penangkapan, terpidana melawan dengan menolak untuk di bawa. Usai penangkapan pelaku langsung dibawa ke Rumah Tahanan (Rutan) Paledang, untuk memenuhi hukumannya sesuai putusan MA pada tanggal 5 januari tahun 2015, demikian dikatakan Kasie Intel Kejari Bogor Widiyanto Nugroho kepada wartawan di ruangan kerjanya Kamis (23/11).

Menurutnya, awalnya pelaku mengajak Airin Puji Astuti dan Ratnawati untuk membeli tanah yang luasnya 12564 M2 tersebut dengan harga 125 ribu/M dan rencanya akan dijual lagi dengan harga 175 ribu/M.

Atas penyampaian pelaku GT kepada korban A dan R tertarik untuk membeli tanah tersebut dan mereka sepakat untuk korban A akan membayar 50% dari luas tanah dan korban R membayar 20% dari luas tanah, sedangkan pelaku membayar 30% dari luas tanah dan untuk kepengurusan administrasi pembelian tanah tersebut diserahkan kepada tersangka ungkapnya.

Untuk mengelabui korban A dan R, kata Widiyanto Nugroho, S dan SG (yang mengetahui silsilah tanah tersebut) datang ke notaris untuk membuat surat AJB yang sebelumnya surat tersebut dalam keadaan kosong sudah ditandatangani oleh pemilik tanah (Gunawan Lukito), kemudian S dan SG sepakat menandatangani surat dari notaris, kejadian tersebut pada 17 maret 2006 yang lalu terangnya.

Ditambahkan Widiyanto Nugroho, setelah proses administrasi pembelian tanah sudah selesai, korban A dan R mendatangi rumah pemilik tanah (Gunawan Lugito) untuk men-cek surat AJB tersebut, ternyata pemilik tanah mengaku tidak pernah menandatangani AJB tersebut.

Merasa dirugikan pada 15 januari 2011 yang lalu, akhirnya A dan R melaporkan kepolisi dengan kerugian sekitar Rp 602 juta.

Adapun Barang Bukti (BB) yang disita antara lain fhoto copy AJB, dan fhoto copy AJB turunan, kwitansi pembayaran tahap 1 dan 2 pungkasnya. (Iran G Hasibuan/Jie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *