Demi Bantuan Tepat Sasaran, Pendamping PKH Terus Pantau 22.646 KPM Aceh Timur

oleh -104 views
Foto : Zulfahmi (kiri) Korkab PKH Aceh Timur dan Saharani (Kanan) Kabid Perlindungan Sosial Dinsos Aceh Timur.

ACEH TIMUR, Selasa (27/07/2021) suaraindonesia-news.com – Sejak digulirkannya Program Keluarga Harapan (PKH) 14 tahun (2007) yang lalu oleh Pemerintah Pusat melalui Kementrian Sosial RI, Penerimaan manfaat dari keluarga miskin di Aceh Timur bertambah signifikan. Pada tahun 2021 Aceh Timur mendapatkan kuota KPM sebanyak 22,646 dari penerima PKH perdana tahun 2012 hanya 3,200 KPM yang terdata dalam Data Terpadu Keluarga Sejahtera (DTKS).

Saiful Fahmi selaku Kordinator Kabupaten (Korkab) Aceh Timur, mengungkapkan berdasarkan data keluarga miskin yang mendapatkan bantuan PKH, sebanyak 22,646 KPM.

“Dari jumlah 54 ribu penduduk miskin di Kabupaten Aceh Timur berdasarkan data BPS, dalam rentan 9 tahun Aceh Timur mendapatkan quota PKH bertambah lebih kurang 18 ribu KPM,” sebut Zulfahmi.

Sebanyak 96 Pendamping PKH dikecamatan plus operator terus melakukan beberapa kegiatan, baik pemutahiran data, verifikasi dan pertemuan dengan keluarga penerima PKH.

“Bantuan PKH telah memberikan dampak terhadap kualitas kekuarga miskin, dampak manfaat tersebut dilihat dari indikator semakin berkurang kematian Ibu hamil, kematian anak baru melahirkan dan berkurang anak putus sekolah,” terangnya.

Pendamping PKH dilapangan memonitor terhadap keluarga penerima manfaat supaya penggunaan bantuan PKH tepat sasaran.

“Secara fisik dapat kita lihat tidak ada lagi anak-anak dari KPM- PKH yang tidak punya pakaian sekolah, sepatu, buku, tas dan lain nya,” ujarnya.

Kabid Perlindungan Jaminan Sosial, (KJS), Saharani, saat ditemui diruang kerja nya mengatakan, program PKH ini banyak membantu terhadap keluarga miskin, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui dan anak sekolah.

“Sebab program PKH merupakan program jangka panjang mulai dari kehamilan sampai tamat sekolah tingkat atas(SLTA), dan bersambung terhadap usia renta,” jelas Saharani.

“Kita berharap PKH ini tetap berlanjut dan bertambah lagi kuotanya, karena PKH banyak manfaat nya untuk keluarga menengah dan bawah, walaupun tidak menampik kemungkinan masih ada sebagian yang tidak tepat sasaran,” terangnya lagi.

Saharani juga menambahkan, bagi pemerintah gampong untuk terus melakukan pemutakhiran data, baik mengusul penerima yang baru bantuan PKH maupun perbaikan DTKS untuk di upload ke aplikasi SIKS-NG, karena sampai saat Kemensos masih memberikan kesemptan untuk pemutakhiran DTKS.

Reporter : Masri
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *