Cegah Kebakaran Hutan, Polres Abdya Gelar Focus Group Discussion

oleh -36 views
Kapolres Abdya AKBP Muhammad Nasution, Sik saat memberikan sambutan di acara Focus Group Discussion terkait kegiatan penanggulangan, penindakan kebakaran hutan dan lahan di Aula UPTD PPMG wil VII, Blang Pidie.

ABDYA, Kamis (16/7/2020) suaraindonesia-news.com – Kepolisian Resort (Polres) Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar focus Group Discussion kegiatan tersebut dalam rangka penanggulangan, penindakan kebakaran hutan dan lahan yang dimulai dari kepedulian masyarakat disetiap gampong dan didukung oleh forkopimkab,Dinas terkait, serta stakeholders lainnya di Kabupaten setempat. Kamis (16/7/2020).

Kapolres Abdya, AKBP Muhammad Nasution, SIK mengatakan, ada beberapa titik kebakaran minggu lalu saat musim kemarau kebakaran terjadi di Abdya.

“Ada sekitar empat titik kebakaran, alhamdulillah kita bersinergi menangani kebakaran tersebut TNI-Polri dan aparat setempat bekerja sama melakukan pemadaman,” sebut Kapolres.

Terkait dengan adanya pembakaran liar sudah ada hukumnya yang kita laksanakan, tapi selama kami berupaya semaksimal mungkin, agar tidak terjadi dan melakukan pencegahan, sosialisasi terhadap masyarakat dan pembinaan.

“Membakar hutan tidak hanya merusak ekosistem namun juga merugikan diri sendiri dan masyarkat serta anak cucu dimasa depan, Sejauh ini sudah ada tersangka yang sedang di proses terkait dengan pembakaran hutan dan lahan,” tutur Kapolres.

Selanjutnya, Kapolres juga berharap, dengan ada nya kegiatan seperti ini kita telah membentuk pencegahan, dari satuan gugus pun sudah siap melakukan tugasnya.

“Semoga masyarakat juga tercerahkan, patuh, taat hukum dalam penanganan karhutla,” pungkas Kapolres.

Sementara itu, Bupati Akmal Ibrahim, SH dalam sambutannya dan juga sekaligus membuka acara tersebut menyampaikan, karhutla ini bukanlah problem yang kecil apalagi penyebabnya ulah tangan masyarakat sendiri.

“Inilah yang perlu kita kaji kembali, rasa melindungi alam baik hutan dan lahan yang sudah pudar sehingga kebakaran hutan dan lahan mudah terjadi, namun jangan menganggap itu hal yang kecil, apalagi cuaca kemarau sangat mudah terjadinya titip api di hutan ataupun lahan,” imbuhnya.

Selain masalah kesadaran sambungnya, melindungi alam perlu juga kita kaji mengenai bagaimana penanggulangan pada saat karhutla terjadi.

“Agar tidak merambat cepat sehingga dapat menekan angka cakupan lahan yang terbakar, tentu saja perlu kerja sama dari semua elemen terkait,” tutup Bupati Akmal.

Reporter : Nazli
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *