Calon Siswa Asal Dau dan Karangploso Terancam Tak Dapat Sekolah Negeri

Pamor Patriawan kasek SMAN 02 Batu (tengah) saat rapat dinas terkait PPDB 2019

KOTA BATU, Selasa (11/6/2019) suaraindonesia-news.com – Pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 dengan sistem zonasi yang mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) nomor 14 tahun 2018, akan membawa korban. Calon Siswa SMA asal Kecamatan Dau dan Karangploso kabupaten Malang terancam tidak dapat melanjutkan ke sekolah Negeri.

Radius zona terdekat dalam sistem Zonasi yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur 2019, calon siswa asal kecamatan Dau dan Karangploso ditetapkan untuk memilih di sekolah SMAN Singosari dan SMAN Kepanjen yang jaraknya cukup jauh yakni 15 km hingga 25 Km.

“Anak saya daftar melalui on line ke SMAN 02 Batu di tolak karena tidak masuk zonasi padahal jaraknya sekolah dengan rumah kami hanya 2 km, kami diminta untuk memilih SMAN Kepanjen, karena alasan Dau tidak masuk Zonasi Batu,“ Kata Saiful orang tua calon siswa Irma Nur Ramadhania asal kecamatan Dau.

Menurutnya, jika dipaksakan mendaftar ke SMAN Kepanjen tidak bakal diterima karena lokasi sekolah dengan tempat tinggalnya cukup jauh yaitu sekitar 25 km, PPDB di Kepanjen jelas akan memperhatikan calon siswa yang domisili terdekat, sementara di Dau hingga kini tidak ada Sekolah SMA Negeri.

“Lalu anak saya harus sekolah kemana, pinginya anak saya ke SMA negeri 02, Anak saya disekolah raking 1 Nilai UN, dan bayak prestasi, Masa depannya bagaimana?. Kami dengan system zonasi seperti ini sangat kecewa,” Kata orang tua Irma Nur Ramadhania, Selasa (11/6).

Saat ditemui, ia juga menyampaikan bahwa dirinya juga mendaftarkan anaknya melalui pendaftaran off line namun upaya itu kandas, lantaran PPDB melalui jalur prestasi dengan system pendaftaran off line ke SMAN 02 Batu tidak berlaku untuk warga diluar kota Batu, karena jalur prestasi dan anak kurang mampu hanya diberlakukan untuk warga kota Batu.

Sementara itu Pamor Patriawan Kepala SMAN 02 Batu mengakui bahwa keluh kesah perihal zonasi tidak dirasakan oleh warga Dau dan Karangploso saja tapi juga banyak wali murid lainnya yang memprotes perihal itu dan bahkan ada yang demo.

Menyikapi seperti itu Pamor memberikan masukan kepada cabang Dinas Pendidikan Propinsi Jawa timur agar Calon siswa di luar zonasi bisa tercaver karena sama-sama warga Negara harus berhak memperoleh pendidikan yang sama.

“Oleh karenanya, selanjutnya Cabang Dinas Pendidikan berkomunikasi dengan cabang Dinas Kabupaten Malang. Disitulah dispakati zona irisan yaitu kawasan yang berdekatandengan Dau disepakati dua persen. Kita tinggal mengikuti aturan itu saja,” kata Pamor.

Untuk pendaftar dari Dau, Lanjut dia, siswa yang akan diterima jumlahnya 7 siswa dari total pagu 340 siswa yakni dua persen. Siswa yang diterima harus mendaftar melalui system online. Sedang siswa yang kurang mampu, memiliki potensi diri dapat mendaftar melalui system off line dengan dibuktikan dengan Kartu keluarga bahwa yang bersangkutan adalah warga Kota Batu.

Reporter : Adi Wiyono
Reporter : Amin
Publisher : Dewi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here