Bupati Sumenep Tanggapi Soal Video Viral Camat Batang-Batang

oleh -369 views
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi saat menyampaikan responnya terkait Video viral Camat Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur.

SUMENEP, Senin (16/8/2021) suaraindonesia-news.com – Rendahnya target cakupan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Sumenep, sehingga seluruh elemen pejabat negara di Kabupaten Sumenep, Provinsi Jawa Timur, harus bekerja keras untuk mensosialisasikan ke masyarakat tentang vaksin Covid-19.

Seperti yang sudah dilakukan oleh Camat Batang-Batang, Joko Suwarno kepada kades yang ada di Kecamatan Batang-Batang.

Entah apa yang ada dalam pikirannya saat memimpin rapat bersama para Kades, sehingga menimbulkan perkataan yang tidak sepantasnya diucapkan.

Seperti penggalan kalimat yang berisikan perintah kepada seluruh kades yang hadir untuk mencuri sapi warga yang tidak mau di Vaksin Covid-19.

“Kelebunnya takut dengan masyarakat. Tako’ ta’ epele pole 2025 atau 2026. Itu, kan, masih lama. Kelebun punya kartu as. Punya (kartu?) sakte. Keco’ Sapena, cakna Bupati, sampe’ begitu. Keco’ sapena mon oreng se ta’ endha’ evaksin…”, demikian pernyataan Camat Batang-Batang dalam video tersebut.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, akhirnya angkat bicara soal potongan video viral Camat Batang-Batang tersebut.

“Saya pastikan, saya tidak pernah menyuruh hal tercela seperti itu demi menyukseskan program vaksinasi Covid-19. Vaksinasi memang penting, tapi untuk menyukseskannya tidak bisa dilakukan dengan cara tidak baik,” tegasnya, Senin (16/08/2021).

Menurut orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep itu, pihaknya akan terus berupaya agar program vaksinasi Covid-19 berjalan sesuai harapan. Tentu dengan cara-cara yang dapat dibenarkan. Baik dari sisi etika sosial maupun hukum formal.

“Kami tidak mungkin menggunakan cara-cara yang dapat merugikan masyarakat untuk menyukseskan vaksinasi. Tujuan baik harus dicapai dengan cara yang baik pula,” tegasnya.

Sementara berkaitan dengan viralnya video Camat Batang-Batang yang menuai kontroversi itu, Bupati Fauzi mengaku sudah memanggil dan menegur yang bersangkutan.

“Secara birokrasi, biar Camat yang bersangkutan nanti dipanggil oleh BKD sama Inspektorat untuk ditindaklanjuti. Kalau perlu ada pembinaan kepada yang bersangkutan,” tukasnya.

Reporter : Sudirman
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *