Bupati Jember Instruksikan RSD. dr. Soebandi Siapkan Pelayanan Kanker

Bupati Jember, Faida menerangkan potensi Jember di depan para anggota Komisi IX DPR RI. (Foto: Guntur Rahmatullah)

JEMBER, Selasa (31/7/2018) suaraindonesia-news.com – Tidak adanya dokter spesialis kanker di RSD. dr. Soebandi Jember menjadi sorotan Komisi IX DPR RI dalam kunjungannya ke Jember.

Salah satunya dikemukakan oleh Anggota Komisi IX, Fraksi Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago, SE, mengatakan bahwa tidak adanya dokter spesialis kanker merupakan suatu masalah.

“Tadi Ibu Bupati menjelaskan bahwa spesialis kanker di sini (kab.jember, red) belum ada, jadi tidak bisa ditangani karena belum ada, jadi harus dikirim ke Surabaya untuk bisa melakukan misal kemoterapi dan sebagainya,” kata Irma Suryani usai rapat dengan jajaran stakeholder Jember di Pendapa Wahyawibawagraha, Senin (30/7/2018).

“Ini rencana yang luar biasa, sebagai rumah sakit rujukan 6 kabupaten, ini tentu sangat dibutuhkan. Tolong dicatat,” imbuh Irma.

Sementara itu, Bupati Jember, dr. Faida, MMR meminta RSD. dr. Soebandi untuk segera memiliki pelayanan kanker.

“Selama ini pasien kanker dan radioterapi dari 6 kabupaten/kota sekitar Jember harus ke Malang dan Surabaya, oleh karena itu sudah saatnya menyiapkan diri sebagai rujukan kanker dan radioterapi,” pinta Bupati.

Status rumah sakit plat merah Kab. Jember ini yang telah ditetapkan oleh Kemenkes dan Gubernur Jawa Timur sebagai rumah sakit rujukan bagi 6 Kabupaten/Kota di antaranya Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Bondowoso, Banyuwangi dan Situbondo atau melayani 8,1 juta penduduk, Bupati Jember, Faida meminta kekurangan kamar dan fasilitas harus dilengkapi.

“Terutama untuk fasilitas kelas 3,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut, pihak RSD. dr. Soebandi juga berkesempatan untuk menyerahkan secara langsung proposal pengembangan RSD. dr. Soebandi kepada Komisi IX DPR RI.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Agira
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here