BLORA, Selasa (24/02) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten Blora menegaskan komitmennya mendukung Gerakan Jawa Tengah ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah). Hal tersebut disampaikan Bupati Arief Rohman saat mengikuti pencanangan gerakan secara daring bersama Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Selasa.
Kegiatan diikuti dari Komplek Kuliner Koplakan dengan didampingi Wakil Bupati Sri Setyorini serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Dalam kesempatan itu, Bupati menyatakan bahwa semangat ASRI di Blora tidak hanya sebatas menjalankan program provinsi, tetapi telah berkembang menjadi gerakan masyarakat.
“Kebetulan kami pasangan ASRI juga, Arief Rohman–Sri Setyorini. Gerakan ini sudah kami perintahkan sampai tingkat paling bawah untuk memastikan lingkungan kita benar-benar terjaga,” ujar Arief Rohman dalam dialog virtual.
Ia menjelaskan bahwa instruksi kebersihan telah diterapkan hingga tingkat kecamatan, desa, dan RT/RW, termasuk melibatkan sekolah negeri serta pondok pesantren. Selain itu, setiap Selasa dan Jumat pagi seluruh organisasi perangkat daerah memiliki zona tugas kebersihan masing-masing, mulai dari pusat kota hingga wilayah Cepu.
Salah satu langkah strategis Pemkab Blora adalah menggandeng sektor swasta guna mengatasi keterbatasan anggaran pengelolaan sampah. Pemerintah daerah telah menandatangani nota kesepahaman dengan PT Semen Gresik terkait pengolahan sampah.
Sampah dari wilayah Blora dan Cepu direncanakan dikirim ke fasilitas pengolahan di Rembang. Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi timbunan di tempat pemrosesan akhir lokal sekaligus mendukung target zero waste.
Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional di Blora diawali apel besar di alun-alun, dilanjutkan aksi bersih-bersih massal di sepanjang Jalan Mr. Iskandar hingga kawasan Kaliwangan. Kegiatan tersebut melibatkan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi mengingatkan bahwa persoalan sampah di Jawa Tengah masih menjadi tantangan besar dengan volume mencapai 6,36 juta ton per tahun. Ia berharap gerakan serentak di 35 kabupaten/kota dapat mempercepat pencapaian target nasional zero waste pada 2029.












