exodus
BeritaNewsPeristiwa

Bunga Bangkai Ditemukan Tumbuh di Kawasan Makam Ayah Sultan Malikussaleh di Aceh Timur

×

Bunga Bangkai Ditemukan Tumbuh di Kawasan Makam Ayah Sultan Malikussaleh di Aceh Timur

Sebarkan artikel ini
IMG 20260622 203201
Foto: Camat Pante Bidari, Darkasyi bersama staf, saat mengunjungi Bungai Bangkai yang tumbuh di area makam sejarah di Desa Buket Kareung.

ACEH TIMUR, Senin (22/06) suaraindonesia-news.com – Tumbuhan bunga bangkai (Amorphophallus sp.) ditemukan tumbuh di kawasan situs makam bersejarah Meurah Malik Ahmad yang berada di Buket Kareung, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur.

Penemuan tersebut terungkap saat Tim Cagar Budaya melakukan kunjungan ke lokasi pada Senin (22/06/2026). Temuan ini menjadi perhatian karena diduga merupakan penemuan pertama bunga bangkai yang tercatat di wilayah Kabupaten Aceh Timur.

Saat ini, tanaman langka tersebut diketahui sedang memasuki fase menuju mekar sempurna. Berdasarkan pengamatan di lapangan, bunga tersebut diperkirakan akan mekar dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan.

Keberadaan bunga bangkai di kawasan tersebut dinilai memiliki nilai penting, baik dari aspek keanekaragaman hayati maupun potensi penelitian yang berkaitan dengan kawasan situs sejarah.

Menindaklanjuti temuan tersebut, unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Pante Bidari melakukan langkah pengamanan dengan memasang garis pembatas di sekitar lokasi tumbuhnya tanaman. Langkah itu dilakukan untuk mencegah kerusakan maupun gangguan yang dapat mengancam keberadaan bunga tersebut.

Camat Pante Bidari, Darkasyi, mengatakan kawasan Buket Kareung memiliki nilai sejarah yang penting bagi masyarakat Aceh.

“Makam di Buket Kareung ini sudah lama dikenal masyarakat sebagai makam Meurah Malik Ahmad, ayah dari Sultan Malikussaleh. Ini adalah warisan sejarah yang sangat berharga bagi bangsa Aceh,” ujarnya saat meninjau lokasi.

Selain dikenal sebagai situs makam bersejarah, kawasan Buket Kareung juga diyakini menyimpan berbagai potensi peninggalan sejarah yang berkaitan dengan perjalanan peradaban Aceh pada masa lalu.

Keberadaan bunga bangkai di sekitar situs makam tersebut menambah daya tarik kawasan yang selama ini menjadi salah satu lokasi bersejarah di Aceh Timur. Temuan ini diharapkan dapat mendorong penelitian lebih lanjut, baik dari sisi arkeologi maupun biologi.

Penelitian arkeologis dinilai penting untuk mengungkap lebih jauh nilai sejarah kawasan makam Meurah Malik Ahmad, sementara kajian biologis dapat memberikan informasi mengenai keberadaan dan habitat flora langka di wilayah tersebut.

Dengan adanya temuan ini, perhatian masyarakat dan berbagai pihak kini tertuju ke Buket Kareung, yang tidak hanya menyimpan jejak sejarah Kesultanan Samudera Pasai, tetapi juga menjadi lokasi ditemukannya salah satu tumbuhan langka yang jarang dijumpai di Aceh Timur.