Surabaya, Suara Indonesia-News.Com – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur menegaskan, pemerintah dan dunia usaha akan diuntungkan dengan data yang dihasilkan dari Sensus Ekonomi 2016. Karena, data tersebut bisa jadi dasar kekuatan untuk perencanaan pembangunan.
“Tidak hanya bagi pemerintah, melainkan juga buat dunia usaha,” kata Kepala BPS Jawa Timur, M.Sairi Hasbullah, saat mengawali sambutan acara Seminar Sosialisasi Sensus Ekonomi 2016 di Hotel Shangrila Surabaya, Kamis (3/12/2015).
Sairi menyatakan, Sensus Ekonomi 2016 ini akan dilaksanakan tahun depan. Data sensus tersebut akan dimulai pelaksanaannya pada Mei 2016 di masing-masing provinsi hingga kabupaten/kota dan kecamatan.
“Kami akan mendata semuanya, karena data ini menjadi kekuatan terkini ekonomi Indonesia,” jelasnya.
Data yang dikumpulkan ini mulai dari tingkat usaha terkecil sampai ke konglomerasi terbesar. Hasilnya nanti akan memudahkan pemerintah dan dunia usaha membuat perencanaan yang lebih baik.
“Di Undang-Undang Nomor 16 tahun 1997 tentang Statistik sudah memberi amanah, bahwa Indonesia harus melaksanakan Sensus Ekonomi,” tegasnya.
Menurutnya, Sensus Ekonomi dilakukan BPS setiap 10 tahun sekali. Kegiatan pendataan lengkap pada tahun 2016 tersebut diawali dengan kegiatan pendaftaran.
“Mulai dari pendaftaran bangunan dan usaha, atau perusahaan yang berada di dalam bangunan,” terangnya.
Kemudian, apabila keberadaan suatu unit usaha atau perusahaan telah diidentifikasi, maka kegiatan ini akan dilanjutkan dengan melakukan pendataan karakteristik usaha dan informasi lainnya.
“Lalu, pendataan yang lebih rinci secara sampel untuk UKM (Usaha Mikro Kecil, red) dan sensus UMB (Usaha Menengah Besar, red) pada tahun 2017,” paparnya.
Sairi juga mengungkapkan, di Provinsi Jawa Timur diperkirakan tidak kurang dari 4,6 juta unit usaha yang akan didata dalam SE 2016. Satu persatu, dari usaha terbesar sampai usaha terkecil dalam rumah tangga.
“Pemerintah dan dunia usaha akan memperoleh gambaran yang sangat komprehensif terkait karakteristik usaha mikro, kecil dan menengah yang dapat menjadi evidence based bagi perluasan jaringan,” tuturnya.
Dengan begitu, akan terjalin kemitraan antar stratum usaha (industri, perdagangan, keuangan, jasa dan lainnya). Sedangkan dunia usaha akan memperoleh manfaat besar terkait dengan kesempatan-kesempatan pengembangan atau ekspansi usaha di Jatim.
“Yang didasarkan dari data ragam dan karakteristik usaha yang telah ada,” katanya.
Sekadar tahu, dengan informasi yang kaya diperoleh dari SE 2016, maka dunia usaha akan lebih mudah dalam hal pengembangan usaha, penambahan atau pengembangan produk atau jasa, perluasan dan peningkatan saluran penjualan serta perluasan perluasan dan penambahan pabrik.
Selain itu juga peningkatan manfaat produk atau jasa dan inovasi pada modelnya dan merancang strategi penguatan usaha menghadapi persaingan usaha dalam kerangka MEA.
“Sensus ekonomi ini keputusan ekonomi yang sangat seksi. Misalnya, pemerintah membuat rencana bikin bendungan, tentu harus dicek lagi. Dan SE 2016 ini bisa memberikan gambaran kondisi teraktual. Karena, dari hasil SE 2016 pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memiliki data terbaru untuk ditawarkan ke pengusaha sehingga mau berinvestasi di Jatim,” kata Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, yang membuka Seminar Sosialisasi Sensus Ekonomi 2016 ini.(Adhi).












