BNNP NTT Gandeng 3 BNNK Gelar Kegiatan Rapat Kerja Bidang Rehabilitasi

oleh -9 views
Tampak peserta Raker Bidang Rehabilitasi BNNP NTT dan BNNK Kota Kupang, Rote Ndao dan Belu di Hotel Tmore, Rabu (4/4)

KUPANG-NTT, Rabu (04/04/2018) suaraindonesia-news.com – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTT, Brigjend. Drs. Muhammad Nur, SH. M. Hum dalam sambutannya yang di bacakan Kepala Bagian (Kabag) Umum, Anwar Gemar, S. Sos pada kegiatan, Rapat Kerja Bidang Rehabilitasi BNNP NTT DAN BNN Kabupaten/Kota Periode April Tahaun Anggaran 2018 di Hotel Tmore, Rabu (4/4) pagi.

Muhamad Nur mengatakan bahwa Penyelenggaraan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di Provinsi NTT merupakan salah satu tupoksi Badan Narkotika Nasional (BNN) secara menyeluruh yang bertujuan untuk mengurangi Supply (persediaan) dan Demand (permintaan) narkoba dari dampak buruk penggunaan narkotika di tengah masyarakat.

“BNNP NTT sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan program P4GN di daerah mempunyai program empat (4)pilar utama yakni Pencegahan, Pemberantasan, Rehabilitasi dan Pemberdayaan Masyarakat,” jelas Kepala BNNP NTT.

“Sesuai pasal 54-59 tentang Rehabilitasi dalam UU 35/2009 khususnya Bid. Rehabilitasi BNNP NTT sdh melakukan berbagai upaya pelayanan rehabilitasi medis dan rehabilirasi Sosial melalui kegiatan Penguatan lembaga rehabilitasi dan pasca rehabilitasi antara lain melalui Rapat Kerja,Rapat Koordinasi, Sosialisasi, Asistensi, Bimtek hingga pelatihan terapi,” lanjut Muhammad Nur.

Oleh karenanya, Muahamad Nur mengharapkan adanya kerjasama dari berbagai pihak demi penurunan angka prevalensi penyalahgunaan Narkoba di Provinsi NTT dengan menyukseskan program P4GN.

Baca Juga: Gunakan Sistem Aplikasi, KPU NTT Sarankan Calon DPD RI Gandeng Operator 

“Perlu adanya dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak dalam mendukung suksesnya program P4GN yang pada akhirnya dapat menurunkan angka prevalensi penyalahgunaan narkoba yang salah satunya melalui Kegiatan Rapat Kerja (Raker) Bidang Rehabilitasi,” tambahnya.

“Ada juga kendala yang dihadapi saat ini yakni, sampai saat ini baru terbentuk 3 BNNK sedangkan NTT terdiri dari 22 Kabupaten/Kota sehingga sampai saat ini utk wilayah Sumba, Flores, Lembata Alor, Sabu Raijua dan beberapa Kabupaten di daratan Timor masih belum memiliki BNNK,” pungkasnya.

Selanjutnya Ketua Panitia Drs. Max Nawi, dalam laporannya menyampaiakan bahwa, maksud dan tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk menyamakan atau mensinergikan Program Bidang Rehabilitasi dan serta untuk membahas masalah, kendala dan solusi dalam proses rehabilitasi pada BNNP & BNNK di Provinsi NTT.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pelayanan rehabilitasi yg optimal terhadap pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika serta untuk mengevaluasi pelaksanaan layanan rehabrehabilitasi tahun anggaran 2017 dilanjutkan dengan rencana pelaksanaan rencana kegiatan Layanan rehabilitasi Tahun Anggaran 2018,” jelasnya.

Demikian dirincikan Max Nawi, jumlah peserta kegiatan Raker ini berjumlah 20 orang terdiri dari BNNP NTT sebnayak 10 oramg BNNK Kupang 4 orang, BNNK Belu dan Rote Ndao masing-masing berjumlah 3 orang.

Kegiatan ini diharapkan dpat menghasilkan kesimpulan atau solusi yg dpt meningkatkan kinerja layanan rehabilitasi di provinsi NTT sehingga realisasi dapat tercapai sesuai dengan tengan. Kegiatan ini berlangsung di Hotel T-MORE selama 2 hari dan dipandu oleh Kepla Sub Bagian (Kasubag) Perencanaan, Hendrik J. Rohi.SH, semantara narasumber pada kegiatan ini adalah Pejabat BNNP NTT Bidang Rehabilitasi yakni Kepala Bidang (Kabid) Rehablitasi BNNP NTT, Joni Didok, SH, bersama rekan-rekan.

Sumber : Humas BNNP NTT

Reporter : Yoko
Editor : Agira
Publisher : Tolak Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *