Begini Cara Tahanan Sumenep Salurkan Hasrat Biologis, Sesuai Aturan

SUMENEP, Jumat (8/2/2019) suaraindonesia-news.com — Pasca kaburnya tiga warga binaan rumah tahanan (rutan) klas IIB Sumenep, Madura, Jawa Timur, dua diantaranya beralasan yang mengarah kepada penyaluran hasrat biologis terhadap pasangan masing masing, timbul berbagai spekulatif dibenak publik.

Adakah bilik cinta atau bilik asmara yang resmi difasilitasi langsung oleh rutan? Karena penasaran, media ini mencoba wawancara secara eksklusif dengan Kepala Rutan Klas IIB Sumenep, Beni Hidayat.

Ditemui di ruangannya, pria murah senyum tersebut menjelaskan, sejauh ini belum ada aturan yang mengatur hal itu, dari pusat hingga daerah.

Namun bagi mereka yang status hukumnya sudah incrach (berkekuatan hukum tetap), maka narapidana bisa mengajukan cuti mengunjungi keluarga.

“Tidak ada aturannya, kita tidak ada menyediakan yang begitu begitu, namun bagi tindak pidana yang di atas 5 tahun, kan bisa cuti mengunjungi keluarga, jadi bisa menyalurkan hasrat seksual disitu, itu ada programnya, selebihnya saya tidak tahu, itu urusan pribadi masing masing,” tegas Beni.

Kendati demikian, ada beberapa persyaratan administratif dan substantif yang harus dipenuhi untuk pengambilan cuti tersebut.

“Ada persyaratan administratif dan substantif yang harus dipenuhi, kemudian hak cutinya adalah 2×24 jam perjalanan tidak dihitung,” imbuhnya.

Diakui Beni, selama ini telah menjadi pembahasan di tingkat pusat tentang penyaluran hasrat biologis, termasuk juga tidak dipungkiri masih menjadi pertentangan.

“Kita kan tidak egois, dalam artian tidak bisa menentukan sendiri, walaupun pimpinan kami sudah studi banding kemana mana, di Belgia ada, kita mau menerapkan disini, tentu kita perlu ajak masyarakat dulu, kita kaji dulu sebelum diterapkan, yang dikhawatirkan masyarakat nanti disalah gunakan, takut jadi prostitusi terselubung nantinya, itu yang masih menjadi kekhawatiran,” tukas pria yang baru lima bulan bertugas di ujung timur pulau Madura ini.

Sebelumnya, sebanyak tiga warga binaan rutan (Rumah Tahanan) Klas IIB Sumenep, Madura, Jawa Timur, melarikan diri, dengan memanjat tembok masjid, disaat yang lain sedang melaksanakan sholat subuh. Senin (4/2/2019) dini hari.

Tindakan ketiga warga binaan ini terbilang nekad, pasalnya, disaat sebagian besar warga binaan terbangun untuk melaksanakan sholat, mereka nekad lompat pagar, meski diketahui setiap sudut rutan tersebut dipasang sejumlah kamera pengintai.

Reporter : Musdalifah
Editor : Agira
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here