Banyak Warga Ingin Adopsi Bayi Diduga Dibuang Orangtuanya, Begini Kata Kadinsos Jember

dr. Natalia saat memeriksa kondisi kesehatan bayi perempuan yang diduga dibuang orang tuanya (Foto: Guntur Rahmatullah)

JEMBER, Kamis (21/6/2018) suaraindonesia-news.com – Menanggapi banyaknya permintaan adopsi terhadap bayi berjenis kelamin perempuan yang diduga dibuang orang tuanya di pinggir sungai, Dusun Krajan II, Desa Kasiyan Timur, Kecamatan Puger, Selasa (19/6/2018) pagi, Kepala Dinas Sosial (Dinsos), Isnaini Dwi Susanti angkat bicara.

Menurutnya proses pengadopsian itu ada aturannya karena bayi tersebut adalah anak negara.

“Tidak bisa serta merta begitu, ada prosedurnya karena itu adalah anak negara,” kata Santi, sapaan akrabnya, Kamis (21/6/2018) saat dirinya menghadiri open house Bupati.

Santi pun membeberkan sederetan proses yang harus dipenuhi oleh calon orang tua yang ingin mengadopsi bayi tersebut.

“Calon orang tua yang mau mengadopsi pun harus disurvey terlebih dahulu, apakah sudah punya anak, mereka adalah pasangan subur atau tidak, bagaimana psikologis serta mentalnya, termasuk juga kekuatan finansialnya untuk memastikan anak ini tercukupi kehidupannya, itu semua tujuannya untuk melindungi anak,” urainya.

Santi menegaskan jika nantinya diketahui siapa keluarganya, anak tersebut harus dikembalikan kepada keluarganya. “Tidak boleh menutup-nutupi nasab dari si bayi,” tegasnya.

Kini bayi perempuan tersebut sedang menjalani perawatan di RSUD. Balung sampai kondisinya stabil, lanjut Santi, kemudian bayi tersebut akan dititipkan di UPT Pelayanan Sosial Anak Balita (PSAB) Dinsos Jawa Timur yang berlokasi di Sidoarjo.

“Di sana bayi diobservasi loh selama 6 bulan untuk memastikan lagi kesehatannya,” paparnya.

Penelusuran langsung wartawan media ini, penemu bayi tersebut adalah Ali Ridho (30) warga sekitar sungai ditemukannya bayi. Ali pun menunjukkan lokasi ditemukannya bayi.

Baca Juga: Bupati Jember : Selamat Ulang Tahun ke- 57 Presiden Jokowi 

“Saat itu saya kebelet buang air kecil di sungai kemarin pagi sekitar jam 06:30 WIB, lalu kedengaran suara seperti bayi menangis di dekat sungai, langsung saya menghampiri asal suara tangisan tersebut, ternyata memang benar itu bayi dan dibungkus plastik bayi lengkap dengan ari-arinya di situ, saat ditemukan bayi tersebut dikerubuti semut, langsung saya bawa ke puskesmas,” urainya, Rabu (20/6/2018).

Ali pun kemudian melaporkan kejadian ini kepada polisi, dan bayi itu kemudian dirawat lebih lanjut di RSUD. Balung.

Ali mengaku telah mempunyai seorang anak laki-laki berumur 10 tahun. Usai pemberitaan media mengenai bayi tersebut dua hari yang lalu, permintaan adopsi pun banyak berdatangan. Ia sebagai penemu pertama, berharap bayi perempuan tersebut bisa diadopsi olehnya.

“Rencananya saya rawat sendiri, saya adopsi, jadi anak saya, saya juga ingin anak perempuan, jadi lengkap,” harapnya.

Sementara itu, dokter spesialis anak, dr. Natalia Kristanti menjelaskan bahwa kondisi bayi baik.

“Sejauh pemantauan kami, sejak tadi malam bayi ini di bawa ke RSUD. Balung, bayi ini menunjukkan respon yang cukup baik, gula darahnya stabil, respon bayi terhadap lingkungan juga baik,” ungkap dr. Natalia, Rabu (20/6/2018).

Menurut dr. Natalia, bayi ini dilahirkan tidak cukup bulan, sekitar usia kehamilan 35-36 minggu (prematur), sehingga rawan resiko.

“Kita akan terus lakukan stabilitasi, karena bayi yang kita dapatkan adalah bayi kurang bulan (prematur), kemudian berat badannya juga di bawah normal dan ada kemungkinan juga infeksi karena kita tidak mengetahui proses persalinannya bagaimana, cairan ketubannya bagaimana, dan resiko yang dihadapi oleh bayi lahir prematur itu cukup banyak,” imbuhnya.

Saat diterima oleh dr. Natalia, bayi ini berbobot 2,2 kilogram, dan panjang 45 centimeter.

Reporter : Guntur Rahmatullah
Editor : Agira
Publisher : Imam


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here