Bantuan untuk Masjid, Diduga Dipotong Hingga 17 Juta Rupiah

oleh -121 Dilihat
Masjid Al Ikhlas, Desa Gintungan, Kecamatan Kembangbahu.

LAMONGAN, Jumat (8/2/2019) suaraindonesia-news.com – Bantuan uang Masjid Al Ikhlas, yang terletak di Dusun Gintungan, Desa Gintungan, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, diduga dipotong. Bantuan tersebut berasal dari dana Jaringan Aspirasi Masyarakat (Jasmas) 2018 milik salah satu anggota DPRD Kabupaten Lamongan dari fraksi Partai Golkar.

Menurut keterangan warga, bantuan tersebut diturunkan sekitar bulan Oktober tahun lalu yang hanya diberikan kepada Takmir Masjid Al Ikhlas senilai 8 juta rupiah.

“Uangnya dibagikan oleh Kaseni yang merupakan anggota PAC Golkar Kecamatan Kembangbahu,” ungkap SM, salah satu warga setempat saat bersama beberapa warga lainnya, Senin (4/2/2019).

Saat itu, kata SM, takmir Masjid hanya menerima uang sebesar 8 juta rupiah. Pembukuannya ada kok.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Masjid Al Ikhlas di Desa Gintungan, Kecamatan Kembangbahu, pada tahun lalu menerima bantuan dana Jasmas dari salah satu anggota dewan Lamongan fraksi partai Golkar, Hasan Bisri, senilai 25 juta rupiah. Informasi lain menyebutkan, jika uang sisa yang diduga dipotong senilai 17 juta rupiah itu, sudah di kembalikan kepada Takmir Masjid Al-Ikhlas pada Rabu (6/2/2019) malam.

Sementara itu, Hasan Bisri, saat dikonfirmasi lewat sambungan cellularnya, membenarkan jika uang bantuan tersebut sudah di kembalikan ke Masjid Al-Ikhlas. Bahkan ia mengatakan jika uang itu sudah dibagikan kepada 2 tempat ibadah (Masjid dan Mushollah) lainnya.

“Ya sudah clear, itu juga diberikan ke Masjid dan Mushollah diluar Al- Ikhlas. Dibagi tiga tapi sudah dikembalikan,” ujarnya.

Ditempat terpisah, ketua Laskar Merah Putih (LMP) Lamongan, Sugeng, mengatakan, meskipun uang sudah dikembalikan namun hal itu harus tetap di pertanggungjawabkan. Ia berharap agar pihak penegak hukum harus segera turun tangan dalam persoalan ini.

“Harusnya kan di serahkan tahun kemarin. Tetapi kenapa baru diserahkan saat ini setelah semua terbongkar,” ujarnya.

Sugeng menambahkan jika kasus tersebut juga diduga terjadi di sejumlah Masjid atau Mushollah lainnya di wilayah Kabupaten Lamongan.

“Sebelumnya terjadi di Mushollah “Nurul Iman”, di Desa Padenganploso, Kecamatan Pucuk, yang menurut informasi dapat bantuan jasmas dari salah satu anggota dewan Demokrat dan uangnya tidak diberikan kepada pengurus Mushollah. Dan saya masih menyimpan beberapa data dugaan pemotongan Mushollah atau Masjid yang kami terima dari masyarakat, seperti di Kecamatan Mantup, Sugio, Kembangbahu, Paciran, Modo, Deket, Sambeng dan beberapa daerah lainnya. Dan ini akan terus kita kawal hingga terkuak siapa oknum-oknum yang berani bermain dengan rumah Tuhan itu,” tandasnya.

Reporter : Defit Budiansyah
Editor : Amin
Publisher : Imam

Tinggalkan Balasan