Bantuan Sembako PGE Ditolak Warga Korban Angin Kencang Aceh Utara - Suara Indonesia
Berita UtamaPeristiwa

Bantuan Sembako PGE Ditolak Warga Korban Angin Kencang Aceh Utara

×

Bantuan Sembako PGE Ditolak Warga Korban Angin Kencang Aceh Utara

Sebarkan artikel ini
IMG 20250714 215947
Foto : Sejumlah paket bantuan bencana angin Kencang dari PT PGE ditolak warga Nibong, Kabupaten Aceh Utara, Senin (14/07/2025).

ACEH UTARA, Senin (14/07) suaraindonesia-news.com – Bantuan sembako dari PT Pema Global Energi (PGE) ditolak warga yang merupakan korban musibah bencana angin kencang Aceh Utara, Senin (14/07/2025).

Pengembalian bantuan tersebut disebut tidak sesuai dengan kebutuhan warga mengingat PGE merupakan perusahaan vital yang mengelola Migas Aceh saat ini.

Bantuan yang dinilai tidak proporsional dan tidak layak dibagikan, warga sempat kecewa dan mengembalikan batuan sembako tersebut langsung ke kantor utama PGE menggunakan mobil pick up di Kecamatan Nibong, Aceh Utara.

Dari keterangan Geuchik Gampong Nibong Baroh, Razali, mengungkapkan sedikitnya 6 desa sebagai target penyaluran bantuan yang diserahkan oleh PGE.

“Warga menolak bantuan dan meminta untuk dikembalikan dengan tidak cukup untuk dibagikan untuk desa-desa imbas musibah di Nibong,” kata Razali.

“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan oleh PGE. Namun, kami harus kembalikan karena tidak mungkin kami bagikan kepada korban, dengan jumlah segini, Kami sedang menunggu pihak humas PGE untuk menyerahkan kembali bantuan ini secara langsung,” tambahnya.

Razali menyebutkan, pihaknya kebingungan bagaimana membagi paket bantuan tersebut kepada sekitar 100 kepala keluarga (KK) terdampak.

“Kalau mau dibagi merata, setiap KK cuma dapat satu ons minyak goreng. Ini bukan bantuan, ini malah bisa menimbulkan masalah di antara korban,” ungkapnya.

Razali mengatakan, adapun bantuan yang dikirim oleh PGE terdiri, 15 kilogram minyak goreng, 30 sak beras, 10 dus air mineral, 20 dus mie instan, 15 papan telur.

“Saat ini juga bukan lagi masa panik. Tidak ada lagi dapur umum karena seluruh korban telah kembali ke rumah masing-masing. Yang mereka butuhkan sekarang adalah kepastian, perhatian nyata, bukan bantuan simbolik yang justru mempermalukan kami,” tegas Razali.

Merespons aksi tersebut, Act External Relation Manager PGE, Agus Salim, menegaskan bahwa perusahaan tetap berkomitmen membantu masyarakat di sekitar wilayah operasional, khususnya dalam situasi bencana seperti banjir, angin kencang, maupun kebakaran.

Dikutip dari laman MeuligoeAceh.com, Agus Salim menjelaskan, bantuan yang disalurkan PGE kepada korban terdampak angin kencang di Kecamatan Nibong tidak hanya berupa telur, tetapi juga mencakup sejumlah kebutuhan pokok lainnya.

“Kami sudah menyalurkan bantuan melalui Kantor Camat Nibong, berupa 30 sak beras, 15 kilogram minyak goreng, 15 kotak air mineral, 20 kotak mi instan, dan 15 papan telur ayam,” ujar Agus.

Ia menambahkan, PGE akan terus berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk memastikan bantuan yang disalurkan tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, tiga kecamatan di Aceh Utara meliputi Nibong, Tanah Luas dan Samudera. Sedikitnya 166 unit bangunan hancur diterpa angin kencang yang sertai hujan tinggi.

Selain fasiltas milik warga, hantaman angin dahsyat juga memporak-porandakan infrastruktur publik lainnya.