Atasi Banjir Sampang, Gubernur Jatim Berikan Dua Opsi, Penyodetan dan Pembangunan Lima Titik Embung

oleh -64 views
FOTO : Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, meninjau lokasi pompa penyedot air banjir. Kedepan Gubernur memastikan mesin pompa air akan berfungsi semuanya, sehingga bisa dimanfaatkan dengan baik saat datang bencana banjir di Sampang. (Foto: Nor/SI).

SAMPANG, Minggu (20/12/2020) suaraindonesia-news.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, merencanakan program jangka panjang untuk mengatasi bencana banjir di Kabupaten Sampang, yaitu melakukan penyodetan atau floodway kali kemuning dengan daya tampung 300 kubik per detik yang akan melintasi 6 Desa/Kelurahan di Kecamatan Sampang dan Torjun. Dan, pembangunan embung di lima titik lokasi di wilayah Utara Kabupaten Sampang.

Informasi yang berhasil dihimpun suaraindonesia-news.com, mega proyek untuk mengatasi bencana banjir tersebut melintasi enam desa/kelurahan di Kecamatan Sampang dan Torjun. Antara lain Desa Aeng Sareh 45.241,86 meter persegi, Desa Tanggumong 120.332,36 meter persegi, Kelurahan Polagan 50.049,753 meter persegi, Kelurahan Gunung Sekar 42.450,61 meter persegi, Kelurahan Karang Dalem 122.385,96 meter persegi, dan Desa Pangongsean 46.666,51 meter persegi. Dengan total luas terdampak seluas 427.127,053 meter persegi.

“Ada dua opsi yang bisa dilakukan, antara membangun embung dengan kapasitas besar dan membangun floodway,” katanya saat meninjau lokasi pompa air di Kabupaten Sampang.

Dikatakannya, dua opsi tersebut diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi bencana banjir di Kabupaten Sampang, meskipun saat ini sudah terpasang sheet pile dari program normalisasi sungai kamoning.

“Ini perlu kajian strategis dan koordinasi dengan semua pihak terkait terutama pihak kementerian terkait, sehingga bisa terealisasi,” tambahnya.

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Sampang H. Abdullah Hidayat mendukung penuh rencana pembangunan jangka panjang yang diwacanakan oleh pemerintah provinsi tersebut, sehingga mampu mengurangi terjadinya banjir yang sering terjadi saat musim hujan di Kota Sampang.

“Dari hasil perbincangan dengan Gubernur diketahui bahwa untuk pembangunan embung akan mengurangi terjadinya banjir sekitar 20 persen, karena dari empat lokasi nantinya mampu mengurangi terjadinya banjir sebanyak 5 persen,” katanya.

“Sedangkan untuk opsi pembangunan floodway sifatnya berjangka, karena memerlukan waktu dan proses yang cukup panjang, termasuk tahapan perencanaan dan pembebasan lahan,” tambahnya.

Pihaknya berharap, hadirnya Gubernur Jawa timur di Kabupaten Sampang, menjadikan angin segar bahwa pemerintah hadir untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat terdampak banjir di Kabupaten Sampang.

“Jadi selain jangka panjang, untuk jangka pendeknya, Gubernur memastikan semua mesin pompa akan kembali normal sebelum tanggal 24 mendatang,” tukasnya.

Reporter : Nora/Luk
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *