Antisipasi Wabah PMK, DKPP Sumenep Cek Kesehatan Ternak Sapi di Gapura

oleh -69 Dilihat
Foto: Petugas gabungan dari unsur DKPP Sumenep bersama Polri saat mengecek kesehatan hewan ternak di Desa Batudinding, Gapura pada Kamis, 12 Mei 2022

SUMENEP, Jumat (13/05/2022) suaraindonesia-news.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Sumenep, melakukan penyuluhan kesehatan ternak sapi guna mengantisipasi adanya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan ternak.

Dalam penyuluhan itu, petugas kesehatan DKPP melakukan pemeriksaan terhadap kesehatan sapi mulai dari mulut, hidung dan kaki milik peternak sapi di Desa Batudinding, Kecamatan Gapura, Sumenep.

Selain pemeriksaan hewan sapi, petugas kesehatan DKPP Sumenep juga melakukan penyemprotan disinfektan di kandang sapi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Sumenep, Arif Firmanto menyampaikan bahwa, pihaknya pada kegiatan itu juga melakukan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) tentang wabah PMK kepada peternak.

“Hal ini semata-mata untuk bersama-sama mencegah virus PMK yang menyerang hewan ternak di beberapa wilayah di Jawa Timur (Jatim) agar tidak masuk ke Kabupaten Sumenep,” kata Arif saat dikonfirmasi media. Jumat, 13 Mei 2022.

Demi mengantisipasi wabah PMK, para peternak diminta rutin memeriksa kondisi kesehatan fisik hewan ternaknya, sekaligus senantiasa menjaga kebersihan kandang, pakan, dan vitamin.

“Penyuluhan ini diharapkan bisa memberikan kewaspadaan kepada peternak. Sehingga tidak mudah terpapar virus PMK,” paparnya.

Arif juga meminta peternak untuk melaporkan, manakala ada hewan ternak mengalami gejala PMK, seperti demam tinggi (39-41 derajat celsius), keluar lendir berlebihan dari mulut dan berbusa.

“Gejala lainnya, hewan ternak mengalami luka-luka seperti sariawan pada rongga mulut dan lidah, tidak mau makan, pincang, luka pada kaki dan diakhiri lepasnya kuku, sulit berdiri, gemetar dan napas cepat,” sebutnya.

Reporter : Sya
Editor : Redaksi
Publisher : Ipul

Tinggalkan Balasan