Antisipasi penyebaran PMK di Pasar, Ini Kita Perumda PPJ

oleh -174 views
Pedagang daging yang sudah memiliki SKKH

KOTA BOGOR, Selasa (24/05/2022) suaraindonesia-news.com – Antisipasi meluasnya penyakit mulut dan kuku (PMK) Perusahan Umum Daerah (Perumda) Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor melakukan pemeriksaan daging yang dijual di pasar- pasar Kota Bogor, Jawa Barat.

Direktur Operasional Perumda PPJ Kota Bogor, Denny Ari Wibowo menyampaikan, untuk mengantisipasi meluasnya penyakit mulut dan kuku, Perumda PPJ, mengharuskan agar para pedagang harus membeli daging dari rumah potong hewan yang sudah memiliki surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).

Menurutnya, di pasar yang dikelola oleh Perumda PPJ rata- rata merupakan pengecer yang membeli daging dari Rumah Potong Hewan (RPH) dan mereka bukan pedagang besar yang melakukan pemotongan sendiri.

Berkaitan dengan hal ini, Denny sendiri bersama timnya selalu rutin melakukan pendataan dan sosialisasi terhadap pedagang daging yang ada di pasar-pasar di Kota Bogor.

Denny menghimbau agar pembeli maupun pedagang segera melapor bilamana menemukan gejala ternak sapi yang sakit.

“Kalo ada masyarakat yang menemuka gejala, laporkan ke dinas terkait supaya nantinya kita lakukan isolasi serta penyemprotan disenfektan, biar steril dan tidak meluas,” ungkapnya.

Denny menyebut, hingga hari ini kasus PMK di Kota Bogor belum ada temuan. Namun, pihaknya selalu melakukan pencegahan, dengan mendorong pemeriksaan kesehatan terhadap daging-daging yang beredar di pasaran bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor secara rutin.

“Saat ini belum kita temukan kasusnya di Kota Bogor, meski begitu nantinya akan rutin kita lakukan pemeriksaan ke pasar-pasar bersama DKPP Kota Bogor,” tuturnya.

Denny menjelaskan, daging-daging yang didatangkan dari luar Kota Bogor, akan dilakukan pemeriksaa atau akan ada razia dari tim Pemerintah Kota Bogor untuk memeriksa surat-surat kesehatan daging.

“Jadi kalau daging yang ada PMK-nya tidak boleh masuk ke Kota Bogor, semua itu akan kita periksa,” ujarnya.

Tak lupa pula, Denny menghimbau kepada pembeli yang biasa membeli daging di pasar agar teliti untuk menanyakan kelengkapan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH).

“Nanti pedagang wajib memiliki SKKH yang dikeluarkan Dinas dan RPH setempat,” terangnya.

Seperti diketahui, belakangan penyakit ini disebabkan oleh hewan maupun daging Sapi yang dijual di pasar-pasar. Dugaan PMK ini pun ditemui di daerah Jawa Timur. PMK sendiri merupakan penyakit mulut dan kuku atau disebut sebagai Foot and Mouth Disease (FMD) yang disebabkan oleh virus. Penularan virus PMK ini sangat cepat, sehingga kondisi ini sangat membahayakan bagi hewan ternak seperti sapi.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Redaksi
Publisher : Ipul

Tinggalkan Balasan