Ali Supriyadi: Operator SPBU Harus Bersafety Kemanan dan Keselamatan

oleh -475 views
SPBU Cepu.

BLORA, Sabtu (27/04/2019) suaraindonesia-news.com – Aspek keamanan dan Keselamatan dalam bekerja, operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), harus menjadi perhatian. Sebab, segala kemungkinan bisa terjadi jika operator SPBU tidak memahami aspek kemanan dan keselamatan.

Ali Supriyadi Kepala Lembaga Sertifikasi Personil, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Minyak dan Gas Bumi (PPSDM Migas) Cepu Kabupaten Blora Jawa Tengah, ketika dikonfirmasi suaraindonesia-news.com menyampaikan, sertifikasi itu untuk memberikan kepastian bahwa pegawai sektor Migas mengerti tentang safety (keamanan).

Karena menurut dia, di SPBU yang dikelola adalah Bahan Bakar Minyak, yang notabene mudah menguap, mudah meledak dan mudah terbakar.

“Seperti terjadinya kebakaran di SPBU, salah satunya karena safety tidak diperhatikan,” ungkapnya. Sabtu (27/04).

Sehingga, kata dia, mereka yang bekerja di lingkungan SPBU harus punya sertifikasi khusus.
Selain itu, lanjut dia, juga untuk memastikan operator tidak menyalahgunakan pekerjaannya.

“Pernah ada kasus, kalau SPBU menyalahi tera, jadi selain aman juga kenyamanan konsumen dengan ketepatan liternya,” ujarnya.

Lebih dari itu, kata dia, alasan lingkungan hidup menjadi alasan utama di lingkungan SPBU. Mulai dari Pengawas, Mekanik maupun operator SPBU, sertifikasi itu, juga diatur dalam Peraturan Menteri ESDM nomor 5 tahun 2015 tentang Pemberlakukan standar kompetensi kerja nasional Indonesia di bidang kegiatan usaha minyak dan gas bumi secara wajib.
PPSDM Migas sendiri, kata dia, sudah bebrapa angkatan sertifikasi operator SPBU.

“Terutama saat dilaksanakannya diklat masyarakat. Sehingga pengusaha SPBU tidak perlu jauh-jauh mencari operator yang sudah bersertifikasi,” ungkapnya.

Terpisah Suma Novandi, ketua DPC Hiswana Migas, dia sampaikan terkait sertifikasi Operator SPBU, sependapat dengan sertifikasi operator SPBU.

“Menurut saya pribadi sih bagus-bagus aja operator di sertifikasi. Tapi kurang tepat sasaran. Karena operator bukan tenaga ahli/khusus seperti ahli las pipa dan lainnya,” kata Suma.

Disamping itu, juga keluar masuk operator cepet. “Terutama cewek nikah hamil dan resign,” ungkap dia.

Secara umum, lanjut dia, operator SPBU di Blora belum bersertifikasi.

“Karena belum ada sosialisasi terkait hal ini,” ujar Suma.

reporter : Lukman
Editor : Amin
Publisher : Dewi

Tinggalkan Balasan