Akhir Hayat Habibie, sang ‘Bapak Jurnalis’

Bj Habibie

Oleh : Guntur Rahmatullah

Innalillahi wa innalillahi rojiun, rakyat Indonesia sedang berduka. Teknokrat yang dihormati di Indonesia hingga Jerman. Negarawan di masa transisi yang kini kembali ke haribaan Ilahi.

Ya sang Teknokrat itu tak lain adalah Presiden ke 3 Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie atau akrab disebut BJ Habibie.

Ia meninggal dunia pada Rabu (11/9/2019) pukul 18.03 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Salah satu putra terbaik Indonesia, sang ‘Bapak Pesawat’ menutup hayatnya di usia 83 tahun.

Habibie lahir di Parepare, 28 Juni 1938 dari pasutri Gorontalo-Jawa, Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA Tuti Marini Puspowardojo.

Makmur Makka dalam bukunya berjudul True Life of Habibie: Cerita di Balik Kesuksesan, menceritakan bahwa Habibie adalah seorang kutu buku ‘parah’, bahkan saking parahnya Sri Sulaksmi, kakak pertama Habibie, harus berjuang dengan memaksanya agar mau bermain dengan anak-anak sebayanya.

Otak encernya berhasil menghasilkan mahakarya yang dinamainya “Gatotkoco”, sebuah pesawat N-250.

Kamis 10 Agustus 1995, Pesawat N-250 buatannya tersebut lepas landas dengan sempurna dari Lanud Husein Sastranegara, Bandung, berputar di udara Jawa Barat, Laut Jawa, dan kembali ke Lanud Husein sukses membuat Presiden Soeharto yang menontonnya langsung menampakkan wajah haru dan kagum.

Dikenal sebagai bapak pesawat, publik juga harus tahu bahwa BJ Habibie adalah ‘Bapak Jurnalis’.

Saya sebut bapak jurnalis, karena UU Pers lahir dan ditandatangani oleh beliau pada masa kepemimpinannya saat menjabat Presiden ke-3 RI.

Undang-Undang Nomor Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menjadi titik awal kebebasan pers setelah lama dibelenggu pada masa orde baru.

Berkat UU Pers tersebut, kini para jurnalis mendapatkan perlindungan hukum dalam menjalankan fungsinya sebagai pilar demokrasi ke empat.

Undang-undang yang disahkan BJ Habibie pada 23 September 1999 ini berisi 10 bab dan 21 pasal.

Dan sampai saat ini, UU Pers itu masih menjadi landasan utama bagi insan pers dalam bekerja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here