Air Sungai Bengawan Solo Menghitam, PDAM Kuwalahan Jernihkan Warna

Sungai Bengawan Solo yang Diproduksi Pihak PT. Tirta Amerta PDAM Blora. Warna Airnya Menghitam. Senin (16/9) dilokasi Kelurahan Balun, Kecamatan Cepu.

BLORA, Senin (16/9/2019) suaraindonesia-news.com – PT. Tirta Amerta Penyedia jasa Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) saat ini kuwalahan harus menjernihkan warna air sungai bengawan solo yang merupakan satu satunya sumber mata air bersih untuk memenuhi kebutuhan konsumen, khusunya masyarakat Cepu dan Blora. Karena air sungai bengawan Solo tercemar dengan kondisi berwarna hitam.

Bahkan sampai sejauh ini pihak Dinas lingkungan hidup Kabupaten Blora dan Provinsi Jawa Tengah telah berupaya mencari logam penyebab pencemaran dari industri atau perusahan apa yang membuang limbah nya ke sungai Bengawan Solo.

“Dugaan sementara pihak PDAM sudah mengantongi asal usul limbah” kata Kepala PDAM cabang cepu PT.Tirta Amerta Muhammad Ali. Senin (16/9).

Menurutnya, dugaan sementara mengitamnya warna air sungai Bengawan Solo disebabkan oleh limbah pabrik Kimia tepatnya Kabupaten Sragen.

“Kami sudah menemukan sumber masalah di perbatasan Kabupaten Sragen dan Karanganyar, sudah kami cek langsung pembuangan pabrik kimia besar di anak sungai, ternyata betul masuk ke sungai Bengawan Solo, dari temuan ini pihaknya segera melaporkan ke Pak Menteri untuk tindak lanjut,” critanya.

Bersamaan hal tersebut Direktur PT. Tirta Amerta PDAM Blora, Yan Riya Pramono, menyampaikan bahwa pihaknya sudah berupaya menghilangkan warna hitam dari limbah tersebut tapi belum bisa berubah warnanya.

“Dengan pembubuhan bahan kimia bermacam jenis, lumpur, kapur gamping tp penurunan warna belum signifikan dan berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait pencemaran air baku,” katanya.

Bahkan menurutnya, hari Sabtu (14/9) kemarin, tim kementerian maritim turun ke tempat kejadian perkara dan pihaknya sudah mendapatkan laporan sementara yakni telah ditemukan sumber permasalahannya, diduga adanya pembuangan limbah kimia oleh perusahaan di wilayah perbatasan Sragen Karanganyar.

“Hari Senin (16/9) ini, kami perupaya untuk produksi karena banyak sekali permintaan pelanggan di Cepu,” jelasnya.

Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blora Ir. Dewi Tedjowati ketika dikonfimasi menyampaikan bahwa pihaknya pada hari Sabtu (14/9) sudah mengambil sample dengan pihak kemenko kementrian dan DLH Provinsi hasilnya dari labotarium sudah bagus.

“Untuk yang keruh ke dua ini kami belum dapatkan jawaban minimal seminggu atau dua minggu, ditunggu saja nanti hasilnya,” katanya. Senin (16/9).

Pihaknya menyampaikan kalau memang melihat kondisi air Bengawan Solo hitam untuk tidak dikonsumsi sebagai air minum.

“Kalau sekedar untuk menyirami tanaman atau mencuci boleh boleh saja asal tidak ada keluhan terhadap kulit,” pungkasnya.

Reporter : Lukman
Editor : Amin
Publisher : Marisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here