Curi Barang Antik di Rumah Pejuang HAM Munir, Seorang Oknum PDAM Dijebloskan ke Bui

Seorang okum pegawai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) berinisial HSN 47 Tahun dijebloskan ke Sel tahanan Mapolres Batu usai melakukan pencurian barang antik di rumah mendiang pejuang Hak Asasi Manusia (HAM), Munir Said Thalib.

KOTA BATU, Senin (16/9/2019) suaraindonesia-news.com – Seorang okum pegawai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) berinisial HSN 47 Tahun dijebloskan ke Sel tahanan Mapolres Batu usai melakukan pencurian barang antik di rumah mendiang pejuang Hak Asasi Manusia (HAM), Munir Said Thalib di Jalan Diponegoro kota Batu.

Akibat perbuatannya, pelaku yang berhasil diamankan anggota unit reskrim Polsek Batu 6 September 2019 lalu terancaman hukuman 7 tahun penjara. HSN yang diketahui warga Jalan Welirang Kelurahan Temas Kecamatan/Kota Batu ini terjerat pasal 363 KUHP pencurian dengan pemberatan.

Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto mengatakan sebelum diamankan polisi, tersangka melakukan aksi pencurian pada tanggal 23 Agustus sekitar pukul 22.00 WIB. Namun, korban atas nama Rasyid Said Thalib, baru melaporkan pencurian ke Polsek Batu tanggal 2 September 2019.

“Saat pelaporan, korban mengungkapkan bahwa barang antik di rumah miliknya hilang, kemudian oleh petugas dilakukan tindak lanjut, dan akhirnya polisi menangkap HSN bersama barang bukti,” ungkap Budi Hermanto saat di temui di Mapolres Batu, Senin (16/9) siang.

Lebih lanjut kata Budi Hermanto, bahwa tersangka melakukan pencurian tanpa merusak pagar dan pintu rumah karena pelaku mengetahui jika pintu rumah ditaruh diatas meteran listrik dan juga pelaku hafal jika rumah yang dicuri adalah rumah yang tak berpenghuni.

Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa barang antik, uang hasil penjualan Rp 4 juta dan mobil satu Grand Max untuk mengangkut barang. Sedangkan rekannya atas inisial JHN berhasil kabur membawa uang penjualan Rp 9 juta dan kini tengah menjadi DPO Polisi.

“Karena Tersangka HSN juga memiliki usaha jual beli barang-barang antikataukuno di rumahnya, sehingga barang hasil curian tersebut di jual kembali oleh tersangka HSN kepada IH seharga Rp 4,25 juta,” jelasnya.

Sementara itu dihadapan polisi dan wartawan, HSN mengaku bahwa pencurian di Rumah mendiang munir itu adalah yang ke tiga kalinya, yakni selain di Jalan Diponegoro, dirinya juga mengaku pernah melakukan pencurian di Jalan Panglima Sudirman bekas rumah Belanda dan Jalan Mawar, Kecamatan/Kota Batu. Dengan pencurian yang sama bersama temanya JHN.

“Pencurian di Jln diponegoro itu sudah yang ke tiga kalinya. Semua saya lakukan bersama teman. Hasil penjualan barang antic/kuno tersebut dibagi dua masing-masing, saya dan teman saya, semua mendapat bagian Rp 2,125 juta,” beber HSN.

Hasil yang dicurinya yaitu satu unit lemari buffet 3 pintu atau vanderpool warna coklat, memiliki ukiran pada pintu dan canopy atas dengan ukuran kurang lebih tinggi 120 cm x panjang 160 cm x lebar 50 cm dengan cara masuk ke dalam rumah korban menggunakan kunci yang ditemukan tsk di atas meteran listrik depan teras rumah korban.

Kemudian tersangka HSN bersama-sama dengan DPO atas nama JHN mengangkut lemari buffet yang berhasil di ambil menggunakan satu unit kendaraan mobil jenis Pick up merk Daihatsu warna putih.

“Dimana temanku (JHN, red) berperan sebagai sopir dan kemudian barang tersebut di bawa dan saya simpan bersama teman saya di rumah saya,” jelasnya.

Reporter : Adi wiyono
Editor : Amin
Publisher : Marisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here