Ada 316 Kasus HIV/AIDS di Kota Pekalongan

Petugas kesehatan memeriksa pasien di Puskesmas Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Jawa Tengah.

PEKALONGAN, Senin (8/7/2019) suaraindonesia-news.com – Ada 316 kasus HIV/AIDS di Kota Pekalongan. Ini diungkapkan oleh Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Kota Pekalongan, Inah Kurniati.

Data tersebut diambil dari temuan sejak tahun 2014 hingga sekarang. Dari 316 kasus, terdiri dari 163 kasus HIV dan ada 153 AIDS.

“Data terakhir yang masuk ke kami penderita pada tahun 2016 sebanyak 14 orang positif HIV, yang sudah AIDS 14 orang, tahun 2017 HIV ada 32 orang, AIDS 16. Pada tahun 2018, penderita HIV 68 orang dan 29 orang AIDS.Sedangkan sampai pertengahan tahun 2019 tercatat 8 orang positif HIV dan 16 orang AIDS,” jelasnya.

Indah menambahkan, kasus HIV/AIDS paling banyak ditemukan pada ibu hamil berusia produktif. Hal ini juga membahayakan jiwa ibu dan menular kepada bayi melalui masa kehamilan dan saat melahirkan dan menyusui.

“Ibu rumah tangga usia produktif berpotensi besar terinfeksi HIV/AIDS, karena pengaruh suami yang berhubungan seks beresiko atau bukan dengan pasangannya,” imbuhnya.

Karena demikian, Dinkes Kota Pekalongan tidak hanya meningkatkan konselor di puskesmas di Kota Pekalongan, tetapi sekaligus mengimbau agar ibu hamil sering periksa terkait kehamilannya ke puskesmas atau rumah sakit terdekat. Dinkes juga mendorong masyarakat untuk melakukan VCT (voluntery counseling and testing) yang berguna mendeteksi dan menangani HIV/AIDS.

“Untuk ibu hamil yang terdekteksi bisa ditangani lebih dini agar tidak terdampak janin mereka. Sedangkan masyarakat umum silakan melakukan VCT untuk mendeteksi HIV/AIDS,” pungkas Indah.

Reporter : Arsyad
Editor : Amin
Publisher : Mariska

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here