Reporter: Lukman
Blora, Sabtu 10/12/2016 (suaraindonesia-news.com) – Siswanto (50) Petani asal kampung sambongan RT/RW 07/02 keluran Karangboyo, Kecamatan Cepu, Blora Ketika ditemui wartawan Sabtu (10/12) sore pkl 16.00 Wib, menceritakan bahwa ia cukup puas dengan hasil panen tanaman semangka miliknya yang hanya dengan modal kecil.
Menurutnya, ia dengan istrinya Warti (48) memilih menanam semangka dibanding padi seperti layaknya petani lainnya disekitar kiri kanan sawah miliknya yang berada di Desa Gagaan, kecamatan Sambong, kabupaten Blora yang banyak menanam padi, menurutnya hanya ia sendiri yang menanam buah semangka karena modal cukup kecil tapi hasilnya memuaskan.
Sementara itu siswanto sedang memilih semangka untuk tengkulak semangka yang esok paginya di bawa kepasar. Petak sawah siswanto yang hanya 1/4 hektar tersebut sudah lebih untuk membiaya hidup anak dan makan tiap hari.
Diceritakan Siswanto, ia menanam semangka sejak bulan oktober 2016 dengan modal Rp.2.500.000 saat ini belum ada seperempat hasil panen tapi modal sudah kembali.
“Saya hanya menanam dan merawat buah semangka ini uang datang sendiri,” katanya.
Tiap sore ternyata pak to panggilan akrab Siswanto selalu panen semangka dan para tenggkulak datang sendiri untuk membeli semangka miliknya.
“Lebih baik menanam semangka daripada menanam padi, karena menanam semangka modal kecil untung besar, dengan modal tersebut setelah kami kalkulasi bisa mendapatkan 4 kali lipatnya dari modal awal,” terang bapak 2 anak ini.
Jadi lanjut pak To, setelah semuanya habis semanggka dengan modal awal bisa mengantongi untung Rp. 7000.000 dan bahkan sampai Rp. 9000.000. Karena semangk minimal beratnya 5 kg sampai 8 kg.
“Ini hanya ditanam dan dirawat selama 2 bulan saja,” Ungkapnya .
Para tengkulak berduyun duyun menunggu pak to mengambil dan mensotir semangka yang dipilih dan siap panen. Karena berbeda harganya. Yang 5-6 kg Rp. 10.000 dan yang 7-8 kg. Harga Rp.15.00.
“Saya menanam buah semangka ini tidak memandang musim tetapi hasilnya begitu memuaskan. Ketika umur semangkanya kisaran 1 bulan saya hanya memupuk dengan pupuk ZA. Dan dan setelah itu tidak pernah di pupuk lagi tinggal merawat saja,” tukasnya.












