Pekanbaru, Suara Indonesia-News.Com – Polresta Pekanbaru bersama TNI melakukan sweeping besar-besaran setelah terjadi bentrokan antara Mahasiswa Riau dan Mahasiswa dari Sulawesi Barat yang diketahui sebagai Rombongan Liar (ROMLI).
Polisi dan TNI mensweeping 4 titik yang menjadi tempat berkumpulnya massa, salah satunya GOR Remaja Riau. GOR Riau menjadi lokasi ke 6 tempat menginapnya mahasiswa.
Di tempat ini, aparat keamanan berhasil mengamankan sejumlah senjata tajam senjata tumpul berupa Golok, samurai, pisau, pedang, balok kayu, cangkul, hinggap senjata api rakitan.
“Kalian mahasiswa Islam untuk apa membawa senjata? Buat apa?.” Ujar Kombes Aries Syarief Hidayat dengan nada marah.
Setelah itu, sejumlah mahasiswa langsung diamankan oleh Polresta Pekanbaru diluar GOR Remaja untuk diberikan arahan terkait temuan yang dibawa para mahasiswa.
“Kami melakukan ini (Sweeping) bukan untuk mengganggu kalian (Mahasiswa). Kamu hanya mau menertibkan sebagian mahasiswa yang berniat anarkis disini.” Tutur Kombes Aries.
Dari hasil sweeping itu, sebagian senjata ditemukan di tas enam mahasiswa. Dan, sebagian ditemukan di semak-semak. Polisi juga berhasil mengamankan 11 mahasiswa yang diduga memiliki senjata api rakitan dan juga senjata tajam.
Kombes Aries juga menjelaskan, pihaknya akan tetap menggunakan asas praduga tak bersalah. “Terhadap temuan ini, kami tetap menggunakan asas praduga tak bersalah. Kami mengamankan mereka yang membawa senjata, menyimpat dan berniat menggunkan senjata tersebut.”
Kepada Media, Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Aries mengatakan pihaknya melakukan penyisiran dan razia besar-besaran untuk keamanan kongres. Apalagi sebelumnya sudah terjadi keributan yang memakan 1 Korban terkapar dari mahasiswa.
Sumber : Beberapa Media Online
Editor : Ibnu












