BeritaEkonomiNewsPemerintahan

Ratusan Petani di Lima Desa Kecamatan Madat Kesulitan Air, Harapkan Pembangunan Jaringan Irigasi

×

Ratusan Petani di Lima Desa Kecamatan Madat Kesulitan Air, Harapkan Pembangunan Jaringan Irigasi

Sebarkan artikel ini
IMG 20260610 142834
Foto: Zahroel Keuchik Desa Meunasah Tingkeum saat menyampaikan keluhan dan harapan petani kepada media ini.

ACEH TIMUR, Rabu (10/06) suaraindonesia-news.com – Ratusan petani di lima desa Kecamatan Madat, Kabupaten Aceh Timur, menghadapi kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk lahan pertanian mereka. Kondisi yang telah berlangsung selama puluhan tahun tersebut berdampak pada lebih dari 200 hektare areal baku sawah yang selama ini mengandalkan sistem pompanisasi dari Sungai Jambo Aye.

Keuchik Gampong Meunasah Tingkeum, Zahroel, menyampaikan keluhan sekaligus harapan para petani saat ditemui media, Selasa (9/6/2026). Menurutnya, desa yang terdampak meliputi Gampong Meunasah Asan, Meunasah Tingkeum, Pante Bayam, Matang Guru, dan Lueng Dua yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Aceh Timur dengan Aceh Utara.

“Selama ini para petani di daerah kami menggunakan sumber air dari Sungai Jambo Aye melalui mesin pompanisasi untuk memenuhi kebutuhan air lahan pertanian seluas lebih dari 200 hektare,” ujar Zahroel.

Ia menjelaskan, kondisi aliran air Sungai Jambo Aye kerap mengalami perubahan. Pada waktu tertentu, air sungai yang digunakan untuk mengairi sawah berubah menjadi asin sehingga berdampak terhadap pertumbuhan tanaman padi.

“Setelah kami menanam padi, kondisi air sering kali berubah menjadi asin. Hal ini sangat memengaruhi pertumbuhan tanaman padi, bahkan dapat menyebabkan tanaman mati yang pada akhirnya merugikan petani,” katanya.

Menurut Zahroel, sektor pertanian menjadi sumber utama pendapatan masyarakat di wilayah tersebut. Karena itu, para petani berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dapat memberikan perhatian terhadap persoalan yang mereka hadapi.

Petani mengusulkan pembangunan jaringan irigasi sebagai solusi jangka panjang guna menjamin ketersediaan air untuk lahan pertanian. Dengan adanya jaringan irigasi, mereka berharap dapat meningkatkan intensitas tanam hingga dua atau tiga kali dalam setahun.

“Dengan tersedianya jaringan irigasi, kebutuhan sumber daya air dapat terpenuhi. Petani juga dapat meningkatkan produksi padi secara optimal, sehingga hasilnya mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat,” tambah Zahroel.

Menanggapi harapan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Aceh Timur, Erwin Atlizar, menyatakan pihaknya akan menurunkan tim untuk mempelajari kondisi di lapangan secara teknis.

“Iya, terkait keluhan dan harapan petani di daerah tersebut mengenai pembangunan jaringan irigasi, saya akan menurunkan tim untuk mempelajari kondisi teknisnya. Nanti akan kami lihat kemungkinan untuk diusulkan ke pemerintah provinsi maupun kementerian terkait,” ujar Erwin saat dimintai tanggapan, Rabu (10/6/2026).

Para petani berharap adanya perhatian dan solusi konkret dari pemerintah agar aktivitas pertanian dapat berjalan lebih optimal serta terhindar dari risiko kerugian akibat keterbatasan pasokan air yang selama ini mereka alami.

Reporter: Masri
Editor: Qonita
Publisher: Eka

Tinggalkan Balasan

2

2