JAKARTA, Jumat (29/05) suaraindonesia-news.com – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menyampaikan pesan mengenai makna ibadah kurban dalam momentum Iduladha 1447 Hijriah.
Pesan tersebut disampaikan saat Nusron Wahid bertindak sebagai khatib Salat Iduladha 1447 H di Masjid Raya Al-Ittihaad, Jakarta, Rabu (27/05/2026).
Dalam khutbahnya, Nusron menegaskan bahwa ibadah kurban tidak hanya dimaknai sebagai ritual penyembelihan hewan semata, tetapi juga sebagai refleksi untuk “menyembelih” ego, hawa nafsu, keserakahan, serta sikap tidak peduli terhadap sesama.
Menurutnya, nilai utama dari ibadah kurban adalah menumbuhkan ketakwaan, keikhlasan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari.
“Ibadah kurban adalah refleksi pentingnya ‘menyembelih’ ego, hawa nafsu, keserakahan, dan rasa tidak peduli terhadap sesama,” ujar Nusron Wahid di hadapan para jamaah.
Ia juga mengajak umat Islam untuk menjadikan Iduladha sebagai momentum mempererat hubungan dengan Allah SWT sekaligus meningkatkan empati dan kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar.
Menurut Nusron, nilai-nilai pengorbanan dan keikhlasan yang terkandung dalam Iduladha perlu diinternalisasikan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Pesan tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat di tengah dinamika sosial saat ini agar tetap mengedepankan nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi kepada sesama.
Reporter: Iran G Hasibuan
Editor: Qonita
Publisher: Eka







